Digigit Komodo November 2011, Meninggal Mei 2012

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Turis melintas di belakang komodo (Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Turis melintas di belakang komodo (Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA)

Setiap turis lokal dan asing yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo maupun Kampung Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, selalu mendapat peringatan dari petugas agar selalu berhati-hati. Turis juga disarankan didampingi pawang/pemandu/petugas yang biasa disebut ranger.

Peringatan ini wajar mengingat komodo bukanlah hewan jinak yang bisa disayang-sayang seperti koala. Melihat komodo, utamanya yang sedang makan, harus minimal dari jarak 30 meter. (Baca: Jarak Minimal Nonton Komodo Makan: 30 Meter)

Komodo biasa menyerang diam-diam saat lawannya dirasa lengah. Misalnya seperti yang terjadi pada turis Singapura, Loh Lee Aik, saat berburu foto sendirian di Kampung Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (2/5) sekitar pukul 08.00.

Sejak tahun 1987 sampai kini, sebanyak 16 orang digigit komodo, 4 di antaranya meninggal.

Saat asyik memotret, dia diserang komodo berukuran kecil. "Saat binatang itu sedang makan daging, wisatawan ini mengambil gambar dari jarak yang sangat dekat. Warga sudah melarangnya agar tidak mengambil gambar terlalu dekat, tetapi Loh Lee Aik itu tidak menghiraukan larangan itu sehingga kaki Aik pun digigit binatang tersebut," jelas Kepala Taman Nasional Komodo Sudiyono seperti dikutip dari Antara, Jumat (5/5).

Loh Lee Aik memotret komodo setelah sebelumnya mendapat informasi dari warga bahwa sehari sebelumnya ada komodo yang pergi setelah menggigit kambing milik warga. Biasanya komodo akan kembali lagi tak lama setelah mangsanya itu mati. (Baca: Mengapa Turis Singapura Diserang Komodo Saat Memotret?)

Komodo (Foto: Dita Alangkara/AP)
zoom-in-whitePerbesar
Komodo (Foto: Dita Alangkara/AP)

Tak mau ketinggalan momen, Loh Lee Aik pun berburu foto sendirian. Peringatan agar sebaiknya dia ditemani ranger, tidak digubris. Dan benar, komodo yang dimaksud kembali lagi untuk memakan kambing yang telah jadi bangkai. Loh Lee Aik memotret dan tiba-tiba saja komodo lainnya menyerang betis kirinya.

Untung ada masyarakat yang melihat Loh Lee Aik mengerang kesakitan. Warga segera membawa ke tempat pengobatan sementara. Lalu membawa Loh Lee Aik ke RSU Siloam di Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat, dengan speedboat TNI.

Racun di air liur komodo memang mematikan. Jika korban tidak mendapat pengobatan yang baik secepatnya, korban bisa mati dalam tempo cepat. Bahkan bisa juga korban meninggal dalam tempo cukup lama. (Baca: Komodo, Hewan Purba Buas yang Penuh Daya Pikat)

Pawang/ranger dan komodo di Pulau Komodo (Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Pawang/ranger dan komodo di Pulau Komodo (Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA)

Seperti kasus yang menimpa seorang petugas keamanan Taman Nasional Komodo. Dalam catatan TNK, petugas yang tidak disebutkan namanya itu digigit komodo pada November 2011. Meski mendapatkan perawatan, dia kemudian meninggal pada Mei 2012. (Baca: Efek Menakutkan Gigitan Komodo)

TNK juga mencatat, sejak tahun 1987 sampai kini, sebanyak 16 orang digigit komodo. Empat di antaranya meninggal, termasuk petugas TNK tersebut. (Baca: Deretan Kisah Nahas Manusia Digigit Komodo)