Dikira Kentang, Granat Perang Dunia I Dikirim ke Hong Kong

Penemuan mengejutkan terjadi di Hong Kong, tepatnya di antara tumpukan kentang yang diimpor dari Prancis. Di antara kentang-kentang itu, terdapat satu granat tangan yang berasal dari Perang Dunia I. Diberitakan Reuters, granat itu ditemukan di antara peti kentang yang dikirim ke pabrik makanan ringan Calbee pada Sabtu (1/3). Oleh kepolisian Hong Kong, granat tersebut berhasil diledakkan. "Granat itu dalam kondisi tidak stabil karena sebelumnya telah dipicu pelatuknya tapi gagal meledak," kata pejabat polisi Hong Kong, Wong Ho-hon, kepada wartawan. Granat milik tentara Jerman tersebut diledakkan di dalam saluran air oleh polisi. Ukuran granat mencapai 1 kg dengan besar sekitar delapan centimeter. "Informasi sejauh ini granat itu diimpor dari Prancis bersama dengan kentang," kata Wong. Sejarawan menduga granat yang tertutup lumpur dan tanah itu tertinggal di parit dalam Perang Dunia I. Seiring waktu, medan perang itu dijadikan lahan pertanian kentang oleh warga. "Parit itu lalu diisi tanah dan digunakan untuk menanam kentang, dan granat itu tercampur dengan kentang yang dipanen dan dikirim ke Hong Kong," kata ahli sejarah militer di Hong Kong University, Dave Macri. Ini bukan kali pertama kepolisian Hong Kong berurusan dengan peledak peninggalan perang. Hong Kong di masa Perang Dunia II menjadi sasaran pengeboman Jepang. Tahun lalu, kepolisian Hong Kong menjinakkan tiga bom Perang Dunia II di distrik Wanchai. Bom-bom itu ditemukan dalam penggalian untuk pembangunan stasiun kereta.
