Din: Penunjukan Prof Abdul Mu'ti sebagai Wamendikbud Rendahkan Muhammadiyah

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
92
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Din Syamsuddin  Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Din Syamsuddin Foto: Helmi Afandi/kumparan

Din Syamsuddin turut berkomentar atas penunjukan Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, sebagai Wamendikbud, namun akhirnya ditolak. Bagi eks Ketum PP Muhammadiyah itu, penunjukan itu merendahkan Muhammadiyah.

"Penunjukan Prof. Dr. Abdul Mu'ti, MEd sebagai Wamendikbud bernada merendahkan organisasi Muhammadiyah yang besar, pelopor pendidikan, dan gerakan pendidikan nasional yang nyata," ucap Din yang menuliskan diri sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu dalam rilis Rabu (24/12).

kumparan post embed

Menurut Din, penolakan Abdul Mu'ti menjadi Wamendikbud adalah sikap yang tepat. Hal itu mencerminkan sikap seorang anggota Muhammadiyah sejati yang antara lain tidak gila jabatan, menolak jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitas, dan jabatan yang merendahkan marwah organisasi.

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Foto: Facebook/Abbe Mukti

"Alasannya bahwa tidak berkemampuan mengemban amanat hanyalah sikap tawadhu'. Prof. Abdul Mu'ti adalah guru besar dan pakar pendidikan yang mumpuni, wawasannya tentang pendidikan dan kemampuan memimpinnya sangat tinggi," beber Din.

Din mengatakan, bagi Muhammadiyah, memangku jabatan di pemerintahan bukanlah masalah besar (is not a big deal), karena Muhammadiyah cukup mandiri dan otonom untuk menjadi mitra strategis dan kritis pemerintah, dalam suatu sikap proporsional.

Yaitu siap mendukung pemerintah jika baik dan benar, dan tak segan-segan mengkritik serta mengoreksi jika salah, menyimpang atau menyeleweng.

"Seyogyanya Presiden memiliki pengetahuan kesejarahan dan kebangsaan sehingga dapat menampilkan kebijaksanaan untuk menempatkan seseorang dan sebuah organisasi pada tempatnya yang tepat."

- Din Syamsuddin.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: