Din Syamsuddin Batal Dilantik Jadi Pengarah UKP Pembinaan Pancasila

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin (Foto: Dok. Istimewa)

Presiden Joko Widodo hari ini melantik 9 dewan pengarah dan seorang Kepala Unit Kerja Presiden Pengembangan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Dari 9 Dewan Pengarah yang dilantik, nama Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tidak tampak hadir di Istana Negara.

Padahal, saat peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2017 lalu, Yudi Latif yang saat ini sudah resmi menjadi Kepala UKP-PIP menyatakan Din Syamsuddin akan menjadi salah satu anggota Dewan Pengarah. Nama Din digantikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang akhirnya dilantik bersama dengan 8 orang anggota dewan pengarah UKP PIP lain.

[Baca juga: Megawati, Try Sutrisno hingga Ma'ruf Amin Jadi Dewan Pengarah UKP-PIP]

Din Syamsuddin mengakui awalnya memang diminta untuk menjadi anggota Dewan Pengarah UKP-PIP. Namun, rencana itu batal.

"Setelah didiskusikan, saya tidak jadi dilantik sebagai salah seorang Pengarah UKP-PIP, insyaallah ada tugas lain," ujar Din ketika dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (7/6).

[Baca juga: Yudi Latif, Megawati, hingga Ma'ruf Amin Resmi Jadi UKP-PIP]

Seusai dilantik, Yudi Latif mengatakan pemilihan Dewan Pengarah karena tokoh-tokoh tersebut mencerminkan komunitas dan golongan yang terdapat di Indonesia.

"Dewan pengarah itu lebih mencerminkan representasi dari komunitas dan tokoh-tokoh masyarakat. Ini menunjukkan spirit ke depan bahwa pengarusutamaan Pancasila ke depan melibatkan peran-peran komunitas," ujar Yudi di Istana Negara, Rabu (7/6).

[Baca juga: Program Pertama UKP-PIP: Mencanangkan Bulan Pancasila]

Dewan Pengarah yang dilantik Jokowi yaitu Try Sutrisno, Megawati Soekarnoputri, M. Mahfud, Syafi'i Ma'arif, Ma'ruf Amin, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, Sudhamek, dan Yudi Latif.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengapa Din Syamsuddin batal dilantik.