Dinkes Bali Minta Polisi Lindungi Tenaga Medis Usai Bule Swiss Ngamuk di IGD RS

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi IGD RS Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IGD RS Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali meminta perlindungan terhadap keamanan tenaga kesehatan dan pasien di RS Bali Mandara kepada polisi. Permintaan tersebut lantaran seorang WN Swiss sempat mengamuk di ruang IGD RS Bali Mandara.

Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, mengatakan pihaknya meminta tenaga medis dan pasien di RS tersebut dilindungi dari ancaman kekerasan.

"Tadi kami sudah koordinasikan dengan kepolisan untuk mendapatkan perlindungan bagi tenaga kesehatan dan pasien lain dari ancaman kekerasan serta RS secara keseluruhan," kata Suarjaya, Jumat (25/9).

Suarjaya berharap dengan perlindungan polisi, kejadian WN Swiss yang mengamuk tak terulang lagi.

Sebelumnya WN Swiss tersebut mengamuk dan hendak memukul seorang dokter. Ia kemudian menendang monitor pasien di ruang IGD RD Bali Mandara.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya. Foto: Denita br Matondang/kumparan

WN Swiss tersebut penasaran dengan kondisi istrinya berinisial P yang sedang dirawat di ruang IGD karena mengalami sesak nafas dan suspect COVID-19.

Dia menerobos masuk IGD meski telah dilarang petugas keamanan. Saat di IGD, terjadi salah paham karena pasangan tersebut berkomunikasi dengan bahasa Jerman dan tidak mengerti bahasa Inggris. Si suami pun mengamuk tak karuan.

"Suami berteriak-teriak, menendang monitor pasien dan memukul dokter tapi bisa ditangkis. Pasien lain merasa ketakutan," kata Suarjaya.

kumparan post embed