Dinkes Bali Ungkap 4 Pemicu Angka Kematian Akibat COVID-19 Masih Tinggi
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah Pusat menyoroti tingginya kasus kematian pasien COVID-19 di Bali. Tercatat selama Agustus, Bali merupakan provinsi dengan kematian paling tinggi kenaikannya. Total, ada 752 pasien COVID-19 meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, ada beberapa pemicu kematian pasien COVID-19 di Pulau Dewata tinggi. Pertama, beberapa pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis atau berat.
Kedua, umur pasien kebanyakan di atas 60 tahun. Ketiga, sebanyak 62 persen kasus kematian memiliki penyakit bawaan. Keempat, sebanyak 90 persen kasus kematian merupakan pasien yang belum mendapatkan vaksinasi corona.
"Kalau di Bali, beberapa kasus datang ke RS sudah dalam kondisi berat, umur di atas 60 tahun, ada komorbid 62 persen dan 90 persen belum divaksinasi," kata Suarjaya saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (6/9).
Sejak Maret 2020 hingga 5 September 2021, ada 3.616 pasien COVID-19 di Bali meninggal dunia.
Dari 3.616 pasien itu, 0,61 persen atau 22 orang berusia 0-5 tahun, kemudian 0,58 persen atau 20 pasien berusia 6-18 tahun.
Lalu, 18,42 persen atau 666 pasien berusia 19-50 tahun, 22,43 persen atau 811 pasien berusia 51-60 tahun dan 58,01 persen atau 2.097 pasien berusia di atas 60 tahun.
Menurut Suarjaya, strategi utama dalam menekan angka kematian COVID-19 adalah peningkatan testing, testing dan treatment.
Selanjutnya, pasien yang isolasi mandiri atau menjalani perawatan di rumah bersedia dipindahkan ke tempat isolasi terpusat yang dikelola pemerintah.
"Terakhir akselerasi vaksinasi kedua," kata dia.
Berdasarkan pantauan kumparan, kasus COVID-19 di Bali mulai naik sejak pertengahan Juni 2021. Rata-rata kasus harian yang di bawah angka 50 naik menjadi 1.000 hingga 1.400 hingga pekan ke II Agustus 2021.
Pada pekan III Agustus, rata-rata kasus harian turun ke angka 943. Namun, angka kematian COVID-19 di Bali masih tinggi sejak pertengahan Juni hingga pekan III Agustus. Rata-rata harian kematian di bawah angka 5 naik ke angka 50 orang per hari.
Data pada Minggu (5/9), ada 251 orang dinyatakan positif, 457 orang sembuh dan 18 orang meninggal. Sehingga total sudah 108.555 orang positif, 99.661 sembuh dan 3.616 orang meninggal.
Sedangkan kasus aktif, kini ada 5.278 pasien. Mereka terdiri dari 1.259 orang dirawat di rumah sakit rujukan, 1.915 orang dirawat di tempat isolasi terpusat yang disiapkan pemerintah dan 2.104 orang isolasi mandiri di rumah
