Dino Patti Djalal: Sudah Saatnya Dalang Mafia Tanah Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dino Patti Djalal. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dino Patti Djalal. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan

Eks Wamenlu RI Dino Patti Djalal memberikan data dan fakta terbaru terkait kasus mafia tanah yang sedang ia hadapi. Dalam kasus ini, Dino menyebut Fredy Kusnadi sebagai seorang mafia tanah.

Dalam sebuah pernyataan, Dino menyatakan sudah waktunya polisi menangkap dalang sindikat mafia tanah.

"Sudah waktunya ada dalang sindikat yang tertangkap karena selama ini menurut saya, saya tak pernah melihat ada dalang mafia tanah yang tertangkap," kata Dino dalam postingan akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (14/2).

embed from external kumparan

Di akhir video, Dino menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari masyarakat yang telah memberi dukungan untuk mengungkap kasus ini. Menurut dia, kasus ini merupakan masalah yang sangat serius karena menyangkut keadilan masyarakat dalam membasmi kejahatan sindikat mafia tanah.

kumparan post embed

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan korban mafia tanah yang telah memberikan dukungan kepada saya dan keluarga saya semoga kasus ini dapat membangunkan perhatian yang lebih besar terhadap masalah yang menurut saya adalah suatu masalah yang sangat serius karena menyangkut rasa keadilan masyarakat dan upaya untuk membasmi kejahatan yang berurusan dengan pemalsuan dan penipuan tanah," kata dia.

Aksi mafia tanah yang banyak merugikan masyarakat kembali menyeruak setelah eks Dubes Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, angkat bicara karena menjadi korban. Tak tanggung-tanggung, 3 lahan milik Dino dan keluarga jadi sasaran mafia tanah.

Semua peristiwa itu diunggah lewat akun twitter Dino Patti Djalal. Yang terbaru, Dino mengungkap sosok otak alias dalang di balik penjarahan terhadap tanah miliknya dan keluarga. Sosok itu, yakni Fredy Kusnadi.

Dino mengatakan, Fredy tak bekerja sendiri. Ada 3 orang lainnya yang ikut dalam pengambilalihan tanah secara ilegal.

Namun, nasib Fredy berbeda dengan ketiga rekannya. Dino menyebut, Fredy sempat ditangkap jajaran Polda Metro Jaya pada 11 November 2020 di kompleks Executive Paradise. Dino mencari sendiri informasi itu dengan menanyakan kepada petugas keamanan di sana.

Sayangnya, setelah dibawa polisi, Fredy dilepas begitu saja.

***

Simak video menarik di bawah ini: