Diplomat Arya Tak Pernah Ngeluh soal Tugas: Dari Timor Leste hingga Argentina
·waktu baca 2 menit

Meta Bagus, kakak ipar Arya Daru Pangayunan (39 tahun) diplomat Kementerian Luar Negeri yang jenazahnya ditemukan di kamar kos Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, telah mengenal Daru sapaan akrab Arya, sejak kecil.
Tumbuh sebagai anak dosen UGM, Bagus yang lima tahun lebih tua melihat masa kecil Daru. Dari dulu, adik iparnya ini sosok yang ceria.
Daru merupakan anak Ir Subaryono, PH.D, dosen purna Fakultas Teknik Geodesi. Sementara Bagus anak Prof Basu Swastha Dharmmesta, Guru Besar FEB UGM.
"Saya mengenal pribadinya dia (Daru) secara langsung. Anak itu baik banget, ceria. Saya itu sepanjang saya kenal Daru panjanglah berpuluh-puluh tahun itu hampir tidak pernah saya lihat Daru cemberut," kata Bagus di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Janti, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Rabu (9/7).
"Seanteng-antengnya Daru itu cuma diam, senyum simpul. Marah itu nggak pernah," ujar Bagus.
Tak Mengeluh Saat Tugas
Seingat Bagus, Daru mulai bertugas di Kemlu sejak 2014. Tugasnya pun di berbagai negara mulai dari Timor Leste, Myanmar, Argentina, hingga terakhir akan bertugas ke Finlandia.
Keceriaan Daru tetap berlanjut ketika bertugas di Kemlu. Dia menjalani pekerjaannya dengan bahagia.
"Happy, kadang kalau pas lagi penempatan kan kita telepon, kita ketemu, apa segala macam, itu. Dan senang-senang semua," katanya.
"Kalau penempatan, itu dia pernah di Myanmar, terus di Timor Leste, terus di Argentina, terus ini kan, akhir bulan ini berangkat ke Finlandia," ujar Bagus.
