Dirjen Dukcapil: Warga Bekasi yang NIK Dipakai WNA Sudah Divaksin Kemarin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Foto: Dok. Istimewa

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, angkat bicara soal warga di Kabupaten Bekasi bernama Wasit Ridwan yang tak bisa divaksin karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP) telah dipakai warga negara asing (WNA) di Jakarta untuk vaksinasi.

Zudan mengatakan setelah diinvestigasi, ternyata NIK itu benar milik Wasit sehingga Warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan, akhirnya bisa divaksin kemarin.

"Kemarin kasus sudah selesai, data sudah dicek di Dukcapil data Pak Wasit benar. Yang bersangkutan sudah divaksin kemarin," ucap Zudan, Rabu (4/8).

Warga Bekasi yang tak bisa vaksin karena NIK digunakan WNA. Foto: Dok. Istimewa

Zudan mengatakan ada dugaan penyalahgunaan NIK KTP oleh WNA untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Karena itu masalah ini sedang ditelusuri lebih lanjut.

"Kemenkes nanti yang melacak penyalahgunaan NIK tersebut di tempat vaksin," ucap Zudan.

Untuk mencegah hal tersebut terulang, Dukcapil Kemendagri, Kemenkes, Kominfo, BPJS Kesehatan dan Telkom sepakat untuk data vaksin harus bersumber dari NIK Dukcapil.

kumparan post embed

"Untuk itu tanggal 6 hari Jumat besok akan ditandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan Pcare BPJS Kesehatan dan Peduli Lindungi Kominfo, serta Kemkes, dengan Dukcapil untuk integrasi data dengan NIK Dukcapil," tutupnya.

Sebelumnya, masalah ini terungkap setelah Wasit berencana ikut vaksinasi massal tahap pertama di puskesmas dekat rumahnya. Wasit adalah warga ber-KTP Kabupaten Bekasi.

Kepada wartawan, Wasit mengisahkan awalnya dia hendak vaksin pada Kamis (29/7). Pada saat itu cek administrasi, ternyata NIK Wasit sudah digunakan oleh WNA untuk vaksinasi di Jakarta. Tepatnya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok pada 25 Juni 2021.

"Saya tidak pernah divaksin, sekalinya mau divaksin enggak bisa. Setelah verifikasi ternyata nomor NIK saya dipakai satu kali. Padahal, saya tidak pernah divaksin, tapi nomor NIK itu sama dengan milik saya," katanya saat didatangi di rumahnya, Selasa (3/8).