Dirut PT KAI Temui Sultan HB X Bahas Pengembangan Stasiun Tugu Yogyakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut PT KAI Didiek Hartantyo di Kepatihan Pemda DIY. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirut PT KAI Didiek Hartantyo di Kepatihan Pemda DIY. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dirut PT KAI Didiek Hartantyo bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (9/3). Mereka membahas pengembangan Stasiun Tugu Yogyakarta.

"Dalam rangka untuk membicarakan pengembangan Stasiun Tugu. Ini sudah digagas cukup lama dan rencana ini moga-moga segera tereksekusi. Arahan dari Ngarso Dalem adalah bahwa beliau sepakat dan sudah menyetujui pengembangan ini," kata Didiek usai pertemuan.

Didiek berharap pengembangan Stasiun Tugu bisa selesai sebelum Desember 2023. Ia menuturkan, pengembangan yang dimaksud adalah ekosistem transportasi.

"Sehingga Stasiun Tugu itu akan menjadi suatu bentuk ekosistem transportasi yang menggabungkan moda-moda transportasi selain kereta api. Yang darat kan ada bus," tutur dia.

Tampak luar Stasiun Tugu di Yogyakarta pada malam hari Foto: Shutter Stock

Didiek menambahkan, adanya kesinambungan ekosistem, maka pelanggan kereta api akan jauh lebih dipermudah.

"Kemudian dengan moda transportasi sehingga penumpang pelanggan kereta api jarak jauh itu bisa langsung mendapatkan moda transportasi lain begitu sampai Stasiun Tugu," ucap Didiek.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan tidak menutup kemungkinan ke depan akan dikembangkan commuter berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Namun sejauh ini hal itu masih dalam kajian.

"Transportasi ke depan di Yogyakarta akan dikembangkan commuter berbasis ART ini sedang dalam kajian juga," kata Didiek.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, secara umum Pemda DIY akan mendukung pengembangan Stasiun Tugu.

"Tentu ini akan melibatkan berbagai unit usaha. BUMN tidak hanya PT KAI saja, tapi dalam waktu dekat ini yang tadi prinsipnya yang Stasiun Tugu bisa disegerakan sehingga proses perizinan dilakukan saja. Nanti bisa segera dieksekusi," kata Aji.

Aji menuturkan, ranah Pemda DIY hanya pada perizinan dan pemanfaatan lahan. Sementara pendanaan dan lain-lain merupakan ranah PT KAI.

"Sepertinya yang diinginkan transportasi kereta ke arah yang lebih green. Misalnya perubahan dari kereta diesel ke arah kereta listrik," ucap Aji.

"Tranportasi commuter dan transportasi nasional jadi satu di situ. Orang menggunakan kereta nyambungnya tidak kesulitan," tutup dia.