Dirut PT KCN Sebut Ada 8 Perusahaan Terlibat Pencemaran Batu Bara di Marunda
·waktu baca 2 menit

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara atau PT KCN, Widodo Setiadi, menyebut ada perusahaan lain di Pelabuhan Marunda yang ikut terlibat dalam pencemaran debu batu bara.
“Di sini (pelabuhan Marunda) juga ada sekitar delapan perusahaan yang bergerak di bidang yang kurang lebih sama (bongkar muat bahan curah),” kata Widodo dalam press conference menguak hasil investigasi batu bara di yang diselenggarakan oleh pihak PT KCN, Kamis (31/3).
Menurutnya, penanganannya pencemaran udara tidak efektif jika hanya PT KCN yang diberikan sanksi oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI.
“Ada pertanyaan besar, bagaimana mengukur bahwa persoalan debu batu bara hanya dari kami?” katanya.
Menurut Widodo, ada sekitar 8 perusahaan lain yang juga memiliki tumpukan batu bara (stockpile) di sekitaran pemukiman penduduk Marunda.
Perusahaan tersebut yakni Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Marunda Center, Wijaya Mandiri, HSD BM Batu Bara, Walie Jaya BM Batu Bara, Jayanti BM Batu Bara dan Asian Agro.
“Kenapa hanya KCN yang dibidik? Satu sisi kami maklum, karena kami adalah perusahaan yang dianggap paling besar di antara perusahaan lainnya," katanya.
PT KCN menganggap, ada pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan untuk mengadu domba mereka dan Pemprov DKI sebagai salah satu pemilik saham KCN.
“Saya sampaikan bahwa Pemprov DKI adalah pemegang saham kami, kami tidak mungkin melanggar dan melawan Pemprov DKI,” jelas Widodo.
Berdasarkan paparan dari anggota tim investigasi KCN, besar kemungkinan sumber debu yang mengarah ke Rusunawa bukan hanya berasal dari PT KCN saja.
Tidak jauh dari bangunan Rusunawa, terdapat stockpile pasir milik Wijaya Mandiri dan cerobong asap dari pabrik Asian Agro yang bisa menjadi sumber debu.
Widodo mengeklaim, lokasi perusahaan lain justru lebih dekat dengan rumah penduduk jika dibandingkan dengan lokasi KCN.
“Dari sini ke perkampungan penduduk itu berjarak lebih kurang 5 kilometer,” terang Widodo.
Hal ini lah yang kemudian mendorong KCN membentuk sebuah tim investigasi. Mereka ingin memastikan apakah benar keluhan masyarakat selama ini memang disebabkan oleh debu yang berasal dari timbunan batu bara milik KCN.
“Jika memang ada bukti kuat bahwa kami yang jadi pemicu utama di balik masalah itu, kami pastilah bertanggung jawab. Bukan cuma pencegahan, tapi juga tanggung jawab terhadap dampak. Kita siap, kok." Tegas Widodo.
Sebagai informasi KCN merupakan sebuah perusahaan kerja sama antara BUMN dan pihak swasta. KCN sendiri merupakan salah satu operator pelabuhan di kawasan Marunda yang telah beroperasi sejak 2012.
