Disebut Bisa Kendalikan Corona, Terawan Diundang WHO Berbagi Pengalaman

kumparanNEWSverified-green

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

WHO mengundang Menkes Terawan Agus Putranto berbicara dan berbagi pengalaman soal penanganan pandemi corona. Hal itu akan terselenggara dalam konferensi pers dengan tiga negara pada Jumat (6/11).

"Dalam kapasitas inilah kami menyampaikan undangan bagi Anda untuk bergabung dalam konferensi pers Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Menteri Kesehatan dari tiga negara lain, dan berbagi pengalaman Indonesia yang berhasil melaksanakan IAR [Intra-Action-Review] nasional COVID-19," tulis pesan dalam undangan tertanggal 30 Oktober itu.

Terawan akan berdiskusi langsung dengan Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dan juga menteri kesehatan dari negara lainnya.

Namun sayangnya di surat tersebut tak disebutkan negara mana yang diundang selain Indonesia.

Sedangkan yang dimaksud IAR atau Intra Action Review menurut WHO adalah tinjauan kualitatif multisektor komprehensif atas tindakan yang dilakukan sejauh ini dalam menanggapi keadaan darurat yang sedang berlangsung.

Ringkasnya, cara atau strategi Indonesia dalam mengatasi pandemi corona.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Budi Hidayat telah mengkonfirmasi validitas surat ini.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY

Masih tertulis di surat tersebut, selama pandemi ini, penting bagi negara-negara untuk terus merefleksikan strategi respons mereka yang sedang berlangsung. Juga menyesuaikan pendekatan mereka sesuai kebutuhan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas respons.

WHO menganggap pertemuan ini penting untuk tukar pikiran terkait masalah dan strategi penanganan corona di berbagai negara. Jika ada kesamaan maka tentu akan bermanfaat untuk solusi ke depannya.

"Dengan terus meninjau dan mengadaptasi strategi respons saat ini, mengidentifikasi apa yang bekerja dengan baik dan tidak, dan menerapkan pelajaran yang didapat, negara-negara mungkin memiliki kesempatan untuk mengubah lintasan wabah COVID-19."

Budi Hidayat pun bersyukur bahwa Indonesia dianggap WHO bisa mengendalikan pandemi.

"Alhamdulillah, Indonesia termasuk 3 negara yang berhasil merespons dan mengendalikan pandemi COVID-19," tutur Budi kepada kumparan, Kamis (5/11).

Sejauh ini kasus positif corona di Indonesia bertambah 2.500 sampai 3.000-an per hari. Memang ada pelambatan pertumbuhan dalam beberapa waktu terakhir.

"Karena masyarakat patuh protokol kesehatan," kata Budi.

Berikut surat WHO kepada Terawan:

embed from external kumparan