Ditanya soal Berkas Kasus Jeffrey Epstein, Trump Hina Jurnalis: Diam, Babi!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump melakukan gestur setelah menandatangani undang-undang pengeluaran dan perpajakan yang komprehensif, yang dikenal sebagai One Big Beautiful Bill Act, di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 4 Juli 2025. Foto: Leah Millis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump melakukan gestur setelah menandatangani undang-undang pengeluaran dan perpajakan yang komprehensif, yang dikenal sebagai One Big Beautiful Bill Act, di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 4 Juli 2025. Foto: Leah Millis/REUTERS

Presiden AS Donald Trump kembali jadi sorotan usai menyebut jurnalis Bloomberg Catherine Lucey "piggy" atau "babi". Trump menyebut Lucey "piggy" karena bertanya soal kasus Jeffrey Epstein di pesawat kepresidenan Air Force One beberapa waktu lalu.

"Diam. Diam, piggy (babi)," kata Trump sembari menunjuk Lucey, dikutip dari AFP, Jumat (21/11).

Saat itu, Lucey bertanya kepada Trump tidak merilis berkas kasus Epstein jika tidak ada bukti yang memberatkan dalam berkas itu.

Terkait pernyataan Trump itu, jubir Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pemilih AS memilih kembali Trump karena kejujurannya dan jurnalis seharusnya menghargai keterbukaannya dalam menjawab pertanyaan.

"Dia mengkritik berita palsu ketika melihatnya dan frustrasi dengan jurnalis yang menyebarkan informasi palsu," kata Leavitt dalam sebuah pernyataan di Gedung Putih. Namun, Leavitt tidak memberikan bukti adanya informasi palsu yang diberitakan.

X post embed

"Tapi dia juga memberikan akses kepada pers yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjawab pertanyaan hampir setiap hari," lanjutnya.

Beberapa hari setelah menyebut jurnalis Bloomberg "piggy", Trump juga menyebut jurnalis perempuan lainnya sebagai "orang yang jahat". Jurnalis ABC News Mary Bruce saat itu bertanya kepada Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, kemudian bertanya kepada Trump kenapa tidak merilis berkas kasus Epstein.

Serikat Jurnalis Profesional (SPJ) mengecam pernyataan Trump karena menggunakan bahasa yang merendahkan perempuan.

"Tidak ada yang mengharapkan presiden jadi penggemar berat jurnalis. Namun, menargetkan jurnalis perempuan dengan hinaan yang memalukan tidak bisa ditoleransi," kata Eksekutif Direktur SPJ Caroline Hendrie.