Diterpa Arus Deras, Tembok Gudang Dinas SDA di Pasar Minggu Jaksel Jebol

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Detik-detik tembok jebol di Jalan AUP Pasar Minggu usai hujan deras guyur Jakarta, Rabu (21/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Detik-detik tembok jebol di Jalan AUP Pasar Minggu usai hujan deras guyur Jakarta, Rabu (21/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Tembok gudang milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) di Jalan AUP Rawa Minyak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jebol usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Rabu (21/5). Tak ada korban jiwa, namun luapan air sempat menerjang permukiman warga.

Tembok itu bukan tanggul air. Namun karena hujan deras air menggenang di balik tembok itu. Aliran air hujan yang deras ke saluran air yang ada di dekat tembok membuat tembok tersebut roboh.

Dari rekaman CCTV, terlihat awalnya ada air mengalir dari lobang di balik tembok tersebut. Tidak lama tembok roboh. Air meluap ke jalan hingga mengenai tiga toko yang ada di seberang tembok itu.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.57 WIB. Menurut Lurah Pasar Minggu, Melita, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat. Kondisi itu membuat tembok roboh.

“Tadi intensitas hujan cukup tinggi. Debit air cukup tinggi. Tembok yang usianya juga sudah cukup tua akhirnya jebol,” kata Melita saat ditemui di lokasi.

Kondisi terkini pasca tembok jebol di Jalan AUP Rawa Minyak, Pasar Minggu, Jaksel, Rabu (21/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Pantauan kumparan pada pukul 12.38 WIB, genangan air berwarna cokelat masih tampak di sekitar lokasi. Reruntuhan sisa tembok yang roboh terlihat berserakan.

Mobil dinas SDA terlihat menguras saluran air yang tertutup beton di dalam area gudang. Pasukan oranye juga tampak sibuk membersihkan genangan. Sementara Dinas Pertamanan memotong pohon mati yang tersangkut di kabel listrik.

“Sekarang ada sekitar 60–70 petugas PPSU yang dikerahkan. Dibantu juga dari SDA, pertamanan, damkar, hingga BPBD,” ujar Melita.