DIY PPKM Level 3, PTM Masih Tunggu Vaksinasi Pelajar dan Positivity Rate Turun

Pemerintah memperpanjang PPKM leveling di Jawa dan Bali hingga 13 September. DIY kini sudah turun dan menerapkan PPKM level 3.
Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri, daerah dengan PPKM level 3 bisa kembali menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X memberikan tanggapan soal kapan PTM kembali digelar.
Sultan HB X mewanti-wanti kegiatan PTM harus sesuai dengan Inmendagri. Termasuk juga perkembangan positivity rate.
"Kalau sekolah (tatap muka) nanti kalau sudah memenuhi standar WHO 5 persen (positivity rate)," kata Sultan HB X di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (7/9).
Sementara dari laporan Pemda DIY, per 6 September lalu positivity rate di DIY 4,69 persen. Sementara Jumlah kasus aktif dilaporkan 8.127 kasus.
Tak hanya soal positivity rate, hal lain yang jadi pertimbangan Sultan HB X adalah capaian vaksinasi pelajar. Ia ingin memastikan vaksinasi pelajar dapat dimaksimalkan paling tidak untuk dosis pertama. Dengan begitu, risiko penularan virus corona akan jauh lebih rendah.
Sultan HB X tak ingin, jika PTM digelar tanpa perhitungan matang akan memunculkan lonjakan kasus virus corona. Belum lagi jika kemudian lonjakan kasus membuat orang tua menggugat Pengadilan Tata Usaha Negara.
"Prinsipnya saya nggak berani memberikan izin keputusan untuk anak-anak tatap muka apalagi bersekolah kalau belum divaksin. Biarpun baru (disuntik) vaksin pertama," ucap dia.
Sedangkan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan dengan turunnya level PPKM di DIY maka memungkinkan sekolah untuk menggelar uji coba PTM. Namun, juknis masih akan disusun oleh Disdikpora DIY.
"(Uji coba PTM) kapasitas 50 persen maksimal untuk SMA/SMK. Saya pikir beri nama uji coba saja, karena belum semua memenuhi persyaratan. Misalnya saja tentang vaksinasi, siapa tahu masih ada yang belum divaksinasi guru 300 orang jangan-jangan dalam satu sekolah," kata Aji.
"Kita minta kepala dinas (Disdikpora) untuk membuat SOP mana saja (sekolah) yang siap, termasuk koordinasi kabupaten SD SMP seperti apa," tambah dia.
Aji mengatakan, seyogyanya bahwa 80 persen warga sekolah seyogyanya sudah divaksin. Meski vaksin tidak membuat orang kebal virus corona, tetapi setidaknya bisa mencegah penularan yang lebih masif.
Lebih lanjut, Aji mengatakan uji coba PTM bisa dihentikan jika positivity rate di atas 5 persen.
"Tingkat keberlakuannya itu ada ketentuan sepanjang positivity rate di bawah 5 persen, sepanjang tidak ada penularan. Itu ada di petunjuk teknis. Jadi bisa buka-tutup sekolah itu," tutur dia.
