DKPKP DKI Belum Bisa Pastikan Kapan Harga Minyak Goreng Kembali Stabil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengisi minyak goreng curah ke dalam jeriken di salah satu agen penjualan minyak goreng curah. Foto: ANTARA FOTO/Patrik Cahyo Lumintu
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengisi minyak goreng curah ke dalam jeriken di salah satu agen penjualan minyak goreng curah. Foto: ANTARA FOTO/Patrik Cahyo Lumintu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, belum bisa memastikan kapan harga minyak goreng di pasaran akan kembali stabil.

Menurut Eli, harga minyak juga turut dipengaruhi oleh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“[harga] minyak pasti kita butuh kebijakan dari pemerintah pusat karena ada beberapa kebijakan yang tidak ada di pemerintah daerah,” kata Eli kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta setelah menghadiri rapat evaluasi dengan Komisi B, Kamis (6/1).

Meskipun harga minyak melambung tinggi, Eli menjamin ketersediaan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen untuk beberapa bulan ke depan.

kumparan post embed

“Secara hitung-hitungan, stok ketersediaan kita harusnya cukup, harusnya membuat masyarakat kita lebih nyaman seperti itu, minimal saat menghadapi lebaran, masyarakat meskipun harganya tinggi tapi masyarakat punya daya kemampuan beli itu kan nyaman kan namanya,” jelasnya.

Ilustrasi membeli minyak goreng. Foto: Shutter Stock

Meskipun harga minyak sulit untuk diprediksi, Eli memastikan untuk harga pangan lainnya seperti cabai dan beras akan mulai terkendali dalam waktu dekat.

“Kalau ditanya prediksi sampai kapan [kenaikan harga pangan] sebagian besar kalau itu hasil bumi itu harusnya Februari sudah pelan-pelan turun,” jelas nya.

Untuk mengatasi kenaikan harga minyak, Eli menjelaskan sudah memberikan solusi dengan menyediakan minyak dengan kemasan yang lebih ekonomis.

“Kita sampaikan ke masyarakat kita ada banyak pilihan, enggak harus punya uang Rp 60 ribu dulu baru bisa punya minyak goreng, silakan beli dengan ukuran kecil,” pungkas Eli.

Perlu diketahui sebelumnya, pemerintah pusat berencana akan mengadakan program pemberian subsidi minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah tingginya permintaan pasar.