Doa Kebangsaan 6 Tokoh Agama Agar Corona Segera Berakhir

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi simbol beberapa Agama. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi simbol beberapa Agama. Foto: Shutter Stock

Kementerian Agama menggelar acara Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan dengan tema 'Mendoakan Indonesia Bebas dari Virus Corona, Membangkitkan Kepedulian dan Rasa Kemanusiaan'. Acara yang diselenggarakan secara virtual itu menghadirkan tokoh-tokoh dari enam agama di Indonesia.

Dalam pembukaannya, Menag Fachrul Razi mengungkapkan saat ini dunia sedang bekerja sama melawan virus corona. Umat beragama di dunia pun diminta bersatu dan berdoa agar virus corona bisa segera diangkat.

"Meski sampai saat ini sudah cukup banyak kemajuan yang dicapai, namun upaya dan doa tidak pernah kita kendurkan. Karena memang itulah tugas manusia yang lemah di hadapan kuasa Tuhan," ucap Fachrul secara virtual, Kamis (14/5).

"Umat masing-masing agama telah berdoa dengan penuh kekhusyukan untuk kiranya Tuhan mencabut wabah itu," lanjutnya.

Fachrul Razi menuturkan, doa bersama ini digelar atas nama bangsa dan kemanusiaan dan diinisiasi oleh umat beragama di seluruh dunia. Berikut doa-doa dari enam tokoh agama di Indonesia.

Konghucu

Doa ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi S Tanuwibowo. Dalam doanya, Budi menyebut fenomena COVID-19 telah menyadarkan umat manusia yang selama ini selalu merasa hebat dan bisa membuat segalanya.

"Ternyata apa yang dibanggakan tidak ada artinya apa-apa dibandingkan kekuatan semesta," kata Budi.

kumparan post embed

Budi menuturkan, ini adalah saat yang tepat bagi umat beragama untuk kembali kepada fitrahnya. Ia menyebut, agama bukan hanya soal hubungan antara manusia dengan Tuhan saja, tetapi juga hubungan antar manusia dan manusia dengan alam semesta.

"Saatnya umat manusia membuka diri bahwa dirinya masih banyak belum tahu. Saatnya kita belajar, agama-agama juga harus kembali pada fitrahnya, bukan hanya manusia dengan Sang Khalik, tapi juga manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta," ucapnya.

Buddha

Patung Tian Tan Buddha terbuat dari perunggu Foto: Shutter Stock

Doa ini dipimpin oleh Kepala Sangha Theravada Indonesia (STI) Bhikku Sri Pannavaro Mahathera. Dalam doanya, Sri Pannavaro berharap bangsa Indonesia selalu berada dalam kerukunan dan keutuhan.

"Semoga kami senantiasa mampu menjaga pikiran kami serta perilaku kami untuk selalu berpikir dan bertindak baik, serta bijaksana," tutur Sri Pannavaro.

Ia juga berdoa semoga para pemimpin bisa diberi kesehatan dan ketegaran serta ketabahan agar bisa menyelesaikan masalah di bangsanya. Sri Pannavaro optimistis, bangsa Indonesia bisa melewati musibah COVID-19.

"Bangsa ini pasti maju dengan kedamaian, keharmonisan, serta keluhuran budi. Semoga Dharma senantiasa mencerahkan kita. Semoga semua makhluk bebas dari semua penderitaan," ucapnya.

Hindu

Doa ini dipimpin oleh Dharma Adhyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Mabuaba. Dalam doanya, Ida Pendanda memohon agar Tuhan berkenan mengampuni segala dosa manusia dan mencabut wabah corona/

"Kami tidak luput dari kelalaian dalam menjaga dan memelihara alam yang Kau ciptakan serta suci yang Kau tetapkan. Kami mohon semoga Engkau ampuni segala kelalaian karena kotoran batin kami, Kau entaskan segala penyakit, Kau bebaskan kami dari segala karma-Mu," tutur Ida Pendanda.

Ida Pendanda juga memohon agar Tuhan bisa mencerahkan jiwa batin dan persaudaraan umat manusia. Sehingga, seluruh bangsa bisa dengan sigap saling menolong dan membantu satu sama lain.

"Semoga jiwa kami terbimbing untuk terus menghadapi cobaan ini dan mematuhi petunjuk pemerintah dan ahli yang kredibel sehingga cobaan COVID-19 ini bisa dihadapi," kata dia.

Katolik

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Selasa (24/12). Foto: Apriliandika Pratama/kumparan

Doa ini dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. Dalam doanya, Ignatius memohon agar seluruh pemimpin bangsa dan jajarannya, aparat, serta tenaga medis di tanah air maupun di luar negeri bisa diberi kekuatan menghadapi wabah COVID-19.

"Tuntunlah para pemimpin bangsa kami beserta jajarannya baik sipil, TNI Polri yang sedang mengemban tugas di tanah air dan perwakilan Indonesia di seluruh dunia yang berusaha sekuat tenaga dengan sumber daya yang tersedia untuk menghadapi COVID-19," kata Ignatius.

Ia juga memohon agar para tenaga profesional di segala bidang bisa segera mengatasi masalah yang timbul akibat wabah ini. Selain itu, Ignatius juga berdoa agar para tenaga medis dan relawan di garda terdepan bisa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugasnya.

"Gerakkanlah hati kami semua untuk terlibat bersatu padu dengan cara yang kreatif, mengambil sikap yang tepat, sesuai anjuran," tutupnya.

Kristen

Doa ini dipimpin oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pusat Pendeta Ronny Mandang. Dalam doanya, Ronny memohon agar para pemimpin dan gugus tugas bisa diberi kekuatan.

"Berikan kekuatanMu kepada para pemimpin kami, terutama Pak Presiden Jokowi, menteri, aparat, gugus tugas yang secara bersama-sama dan sungguh-sungguh berupaya untuk memulihkan bangsa kami," ungkap Ronny.

embed from external kumparan

Ia juga memohon agar seluruh bangsa Indonesia dibebaskan dari segala bentuk bahaya. Ronny berharap, wabah virus corona bisa membuat Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat ke depan.

"Hari ini kami menyadari, melalui kesulitan ini Indonesia akan berdiri sebagai bangsa yang lebih kuat, lebih siap, bangsa yang maju," tuturnya.

Islam

Quraish Shihab. Foto: Jodi Hermawan

Doa ini dipimpin oleh ulama besar Indonesia Quraish Shihab. Dalam doanya, Quraish memohon agar seluruh umat manusia dibebaskan dari segala kesulitan dan bala.

"Wahai Tuhan yang jadi sandaran orang-orang yang butuh, pemberi ketenangan bagi yang cemas, menyingkirkan kesulitan dan menampik bala. Kami memohon singkirkanlah bencana yang menimpa kami, baik yang kami ketahui maupun yang kami tidak ketahui," ucap Quraish.

Ia juga memohon agar Allah SWT menyingkirkan dampak bencana ini. Baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun bagi kemanusiaan.

"Kami sadar kemanusiaan bukan sekadar kecerdasan otak tapi juga ketulusan dan kehalusan budi, maka anugerahilah kami itu dalam hadapi bencana ini," pungkasnya.

------------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.