Doni Monardo: Gubernur se-Indonesia Dukung Jokowi Utamakan Physical Distancing

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Preiden Joko Widodo saat memimpin ratas melalui telekonferensi di Istana Bogor, Selasa (17/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman
zoom-in-whitePerbesar
Preiden Joko Widodo saat memimpin ratas melalui telekonferensi di Istana Bogor, Selasa (17/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga jarak (social distancing) dengan orang lain demi meminimalisir penyebaran virus corona di Indonesia.

Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Penanganan Corona, Doni Monardo, menyampaikan seluruh kepala daerah di Indonesia sepakat dengan arahan Presiden Jokowi terkait physical distancing, yakni tetap menjaga jarak namun tidak berarti memutus kontak dengan keluarga dan teman secara sosial.

"Seluruh gubernur mendukung keputusan pemerintah dalam mengambil kebijakan, yaitu social distancing yang oleh Bapak Presiden diterjemahkan jadi physical distancing," ungkap Doni dalam rapat teleconference di Jakarta, Selasa (24/3).

Istilah social distanding yang sebelumnya dipakai kini diubah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi physical distanding.

Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto: Denita br Matondang/Kumparan

Doni menyebut Jokowi mengarahkan para pejabat daerah agar imbauan physical distancing ini bisa dijalankan oleh warganya secara disiplin. Tak hanya di tempat umum, tapi juga harus diberlakukan di rumah masing-masing.

"Jaga jarak ini bukan hanya berlaku di tempat umum, tapi juga berlaku di seluruh rumah tangga di setiap keluarga. Karena di antara keluarga belum tentu semuanya negatif, belum tentu aman dari virus corona ini," jelas Doni.

Maka dari itu, seluruh gubernur diminta terus menjadikan seruan dan inbauan ini sebagai prioritas di tiap kesempatan. Sehingga, masyarakat juga dapat patuh menaati imbauan tersebut.

Presiden Jokowi sebelumnya menyebut physical distancing adalah cara yang paling pas bagi RI dalam mencegah penyebaran COVID-19. Sehingga, tak perlu ada lockdown seperti negara-negara lainnya.

Presiden Joko Widodo tinjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

"Kebijakan mereka apa, hasilnya apa, semua dari Kemlu lewat Gugus Tugas yang ada terus kita pantau setiap hari, sehingga di negara kita yang paling pas adalah physical distancing, menjaga jarak aman itu paling penting," jelas Jokowi saat ratas secara teleconference.

Sebelumnya, WHO juga memutuskan mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing. Sehingga, diharapkan masyarakat tetap dapat terhubung secara sosial meski sedang menjaga jarak.

"Kami berubah untuk menerapkan jarak fisik (physical distancing) dan itu sengaja karena kami ingin orang-orang masih tetap terhubung," ucap Kepala Unit Penyakit Emergensi WHO, Dr Maria Van Kerkhove, Jumat (20/3).

kumparan post embed

=====

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!