Doni: Siswa Pulang Sekolah Harus Langsung ke Rumah, Jangan ke Tempat Lain

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menghadiri konferensi pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menghadiri konferensi pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang memungkinkan Pemda membuka sekolah-sekolah di wilayah mereka jika memungkinkan. Jika sudah dibuka nanti, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengingatkan kepada para siswa agar tidak mampir-mampir saat berangkat atau pulang sekolah.

"Di masa pandemi ini, setiap anak yang menggunakan pakaian sekolah atau atribut sekolah, berangkat dari rumah menuju sekolah dan harus segera kembali ke rumah, bukaan ke tempat lain yang berisiko tinggi," ingat Doni di pengumuman SKB 4 Menteri, Jumat (20/11).

"Di sini kita harap perhatian dari masyarakat terhadap anak-anak didik yang kiranya tidak melakukan aktivitas belajar di sekolah dan ditemukan di tempat-tempat publik, mohon bisa diingatkan," imbuhnya.

kumparan post embed

Doni menyebut, hal ini penting karena pada remaja, bisa jadi mereka sudah positif COVID-19 namun karena secara fisik daya tahan tubuhnya masih bagus, sehingga tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, jika berkeliaran, mereka bisa menulari orang lain yang mungkin memiliki risiko lebih tinggi.

"Kemudian saat mereka kembali ke rumah, mereka bertemu orang tuanya, dan di antara keluarga tersebut ada yang comorbid dan lansia, maka risikonya sangat tinggi," tegas Doni.

Untuk itu, Doni mengingatkan kepada seluruh penyelenggara pendidikan untuk memahami aturan yang sudah dibuat oleh Mendikbud, Mendagri, Menkes, dan Menag. Jika aturan-aturan pembelajaran tatap muka bisa dipenuhi, maka risiko penularan COVID-19 di sekolah bisa ditekan.

"Kerja sama semua pihak sangat penting. Media juga kita harapkan bisa memberikan uji kontrol ketika terjadi penyimpangan atau ada hal lain yang membahayakan kesehatan dan keamanan peserta didik, guru, dan orang tua, maka kita perlu ambil langkah evaluasi," pungkas Doni.