DPR Pesan 20 Ribu Alat untuk Rapid Test dari China

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para anggota DPR RI mengikuti rapat paripurna keputusan laporan komisi III calon hakim agung dan calon hakim AD HOC, di gedung DPR RI, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Para anggota DPR RI mengikuti rapat paripurna keputusan laporan komisi III calon hakim agung dan calon hakim AD HOC, di gedung DPR RI, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

DPR akan melakukan rapid test bagi seluruh anggota untuk mengantisipasi penularan virus corona. Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan, pengadaan alat rapid test dipesan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dari China.

"Itu Pak Dasco langsung yang pesan ke sana (China) dari pabriknya," kata Indra saat dihubungi, Senin (23/3).

Indra menjelaskan jumlah keseluruhan rapid test yang dipesan sebanyak 20 ribu alat. Pendanaan berasal dari sumbangan pimpinan dan anggota DPR. Namun, ia tak merinci berapa total sumbangan yang ada.

"(Alat yang dipesan) di atas 20 ribu lebih untuk tes. Saya enggak paham (berapa total dananya," kata Indra.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Saat dihubungi terpisah, Anggota Komisi I Fraksi Golkar Dave Laksono mengatakan dirinya telah meminta PT Kirana Jaya Lestari untuk menyumbangkan 2.000 alat rapid test ke Kemenkes. Namun, kata dia, untuk pengecekan anggota dewan tetap menggunakan pengadaan dari Kesetjenan DPR.

"Jadi kalau pun yang untuk anggota DPR bukan gratis juga, itu ada pengadaan dari Kesetjenan. Dan itu diutamakan bagi anggota yang ada symptomsnya, ada indikasinya," ucapnya.

DPR rencananya akan melakukan rapid test bagi 575 anggota dewan beserta anggota keluarganya pada Jumat (27/3). Pelaksanaan tes diperkirakan akan diikuti oleh 2 ribu lebih orang.

kumparan post embed