Dr Novilia, Kepala Uji Klinis Bio Farma Peneliti Sinovac, Wafat karena COVID-19

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Uji Klinis Biofarma Novilia Sjafri meninggal dunia usai terinfeksi Virus Corona. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Uji Klinis Biofarma Novilia Sjafri meninggal dunia usai terinfeksi Virus Corona. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma, Dr dr Novilia Sjafri Bachtiar, MKes, meninggal dunia pada Rabu (7/7) di RS Santosa, Kota Bandung, Jabar.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Bio Farma, Bambang Heriyanto. "Iya (benar)," kata dia melalui pesan singkat.

Bambang belum mengetahui secara pasti penyebab Novilia meninggal dunia. Jasad Novilia telah dimakamkan di Taman Firdaus.

"Sudah dimakamkan di Taman Firdaus. Untuk detailnya silakan ke Tim Corcom Bio Farma," ucap dia.

Infografik tokoh yang meninggal karena COVID-19. Foto: Nadia Wijaya/kumparan

Sebagai Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma, almarhum juga mengetuai tim uji klinis Sinovac dari Bio Farma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Novilia juga merupakan dosen tidak tetap di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Terpisah, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi menuturkan, Novilia meninggal dunia karena terinfeksi virus corona.

"Terpapar COVID-19," kata dia.

Dr. Novilia Sjafri Bachtiar, dr., M.Kes. Foto: Bio Farma

Dokter Novilia merupakan kepala divisi surveilans dan riset klinik Bio Farma yang membidangi uji klinis vaksin COVID-19. Proses uji klinis vaksin COVID-19 dimulai sejak Agustus 2020.

Vaksin yang diujicobakan adalah buatan perusahaan farmasi China, Sinovac. Vaksin itu dikemas dengan nama CoronaVac.

kemasan Vaksin Corona Sinovac (kiri) dan Kemasan vaksin COVID-19 yang diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) Bio Farma (kanan). Foto: Thomas Peter /REUTERS dan M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Dikutip dari situs Bio Farma, dokter Novilia berkarier di perusahaan pelat merah yang berbasis di Bandung itu sejak tahun 2001, dengan latar belakang pendidikan di bidang kedokteran.

Meski berbekal ilmu medis, vaksinologi dan uji klinis menjadi hal yang ditekuninya. Tercatat sudah lebih dari 30 uji klinis vaksin yang dilakukan dokter Novilia.

embed from external kumparan