Driver Gojek Demo Tuntut Bos Taksi Malaysia Minta Maaf Langsung

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstasi driver Gojek di Kedubes Malaysia. Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Demonstasi driver Gojek di Kedubes Malaysia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

Para pengemudi Gojek berkumpul dan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia, Selasa (3/9). Demo ini terkait tuntutan mereka agar bos perusahaan taksi di Malaysia, Shamsubahrin Ismail datang langsung ke Indonesia meminta maaf.

Massa demo menggunakan seragam Gojek lengkap dengan membawa bendera merah putih. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka.

Salah satu tuntutan mereka adalah meminta Shamsubahrin untuk datang langsung ke Indonesia dan meminta maaf kepada para driver Gojek.

Demonstasi driver Gojek di Kedubes Malaysia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

“Hari ini kami berdiri di Kedubes Malaysia atas nama bangsa Indonesia, dengan penuh luka karena berprofesi sebagai driver Gojek dihina di mata internasional,” ujar Koordinator Anak Garuda Sakti Driver Gojek Indonesia, Billy Kurniawan, di depan Kedubes Malaysia, Jakarta Selatan, Selasa (2/9).

“Kami driver Gojek Indonesia menuntut agar Shamsubahrin Ismail meminta maaf atas sikap dan ucapan kepada kita driver Gojek pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya secara langsung,” ujar Billy.

Demonstasi driver Gojek di Kedubes Malaysia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

Pantauan kumparan di lokasi, demonstrasi dari ojol ini menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.

Gelombang protes dari driver Gojek bermula ketika Shamsubahrin Ismail, bos pengusaha taksi di Malaysia menghina Gojek.

Dia menyebut pengemudi Gojek adalah orang miskin dan tidak memiliki masa depan. Dia juga menyebut bahwa ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia.

kumparan post embed

Ucapan pria Malaysia itu menjadi viral lalu mendapat respons dari persatuan pengemudi ojek online di Indonesia.

Dalam kesempatan berbeda, Shamsubahrin juga sudah menyampaikan permintaan maafnya atas ucapan itu.