Drone Mata-mata Korut Terjatuh di Korsel

Sebuah drone yang diduga milik militer Korea Utara terjatuh di dekat perbatasan Korea Selatan minggu lalu. Menurut Kementerian pertahanan Korea Selatan, pada drone tersebut terdapat beberapa foto hasil intaian daerah-daerah di Korsel, termasuk sistem pertahanan rudal milik Amerika Serikat yang telah dipasang di Korsel sejak beberapa awal Maret lalu.
[Baca juga: AS Pasang Sistem Pertahanan Antirudal Balistik di Korsel]
Penemuan drone tersebut terjadi hanya empat hari setelah Korut mengujicoba rudal anti-kapal perangnya. Akhir bulan lalu, Korut juga menjajal rudal Scud yang jatuh di perairan Jepang. Aksi-aksi tersebut tentu saja memperkeruh hubungan Korut dengan beberapa negara Asia Timur lainnya, terutama Korsel dan Jepang yang sudah beberapa kali diprovokasi negara tetangga yang miskin tersebut.
[Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Scud, Jepang Waswas]
Saat ditemukan pada Jumat (9/6) lalu, drone tersebut memuat ratusan foto yang tersimpan dalam kameranya yang bermerek Sony. Dilansir Associated Press, sepuluh dari ratusan foto tersebut merupakan gambar dari peluncur rudal AS dan sistem radar yang dipasang di baratdaya kota Soengju. Sementara itu, kebanyakan dari foto-foto lainnya berisi intaian terhadap area-area perumahan, ladang perkebunan, dan area-area yang sebetulnya tak sensitif lainnya.
Meski begitu, adanya intaian terhadap sistem pertahanan antirudal AS yang ada di Korsel tersebut berhasil meningkatkan kewaspadaan terhadap Korut. Sistem pertahanan yang disebut Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) system tersebut dipasang AS sebagai negara aliansinya untuk menangkal kemungkinan ancaman nuklir Korut.

Korut sendiri menyebut bahwa pemasangan sistem pertahanan oleh AS tersebut adalah bentuk provokasi buat negaranya. Selain itu, China juga menyebut bahwa THAAD tersebut sebaiknya ditarik kembali karena dianggap memiliki kekuatan untuk melacak kegiatan militer di teritori negaranya.
Drone tersebut dipercaya jatuh ke wilayah Korsel karena kekurangan bahan bakar saat hendak kembali ke Korut. Pejabat Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan bahwa analisis terhadap hasil intaian di drone tersebut sedang dilakukan, termasuk menentukan apakah foto-foto yang ada di dalamnya sudah dikirim ke Korut atau belum.
Korut sendiri memang beberapa kali menyatakan bahwa militer negaranya telah memiliki teknologi drone yang canggih untuk memata-matai tetangganya. Sedangkan, Korsel sendiri percaya bahwa Korut memiliki setidaknya 300 buah drone militer.

Di tahun 2014, beberapa drone militer Korut juga ditemukan di sebelah selatan perbatasan kedua negara. Meski begitu, beberapa ahli lain mengatakan bahwa drone-drone tersebut masih memiliki teknologi yang rendah namun tetap saja dapat mengancam Korsel secara militer.
