Dua Pencari Sarang Burung Walet di Aceh Tewas Jatuh ke Jurang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua warga warga Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan tewas akibat jatuh ke jurang saat tengah mencari sarang burung walet. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dua warga warga Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan tewas akibat jatuh ke jurang saat tengah mencari sarang burung walet. Foto: Dok. Istimewa

Dua warga warga Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan meninggal dunia di kawasan Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Keduanya ditemukan tewas akibat jatuh ke jurang saat tengah mencari sarang burung walet.

Kedua korban itu yaitu Dedi (35), warga Desa Blang Dalam Bulutung, Kecamatan Geumpang 2, dan Irwan (32) warga Geumpang Keune, Kecamatan Geumpang 1, Kabupaten Pidie.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono, menjelaskan kedua korban pergi bersama empat temannya mencari sarang burung walet di dalam goa di Tanoh Mirah, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.

Untuk menuju ke dalam goa itu, mereka menggunakan tali tambang dan goni pada kedalaman 150 meter. Namun, tali yang digunakan untuk turun ke lokasi sarang walet ternyata tidak cukup panjang.

kumparan post embed

"Mengakibatkan Irwan terjatuh akibat tali yang digunakan untuk turun habis, rekannya Dedi lalu mencoba untuk menolong akan tetapi dia juga ikut terjatuh. Melihat kedua korban terjatuh, keempat rekannya langsung meminta bantuan,” kata Budiono dalam keterangannya, Senin (16/8).

Dua warga warga Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan tewas akibat jatuh ke jurang saat tengah mencari sarang burung walet. Foto: Dok. Istimewa

Sekitar pukul 08.50 WIB, tim Pos SAR Meulaboh menerima informasi awal dari masyarakat tentang adanya dua warga yang jatuh ke dalam jurang tersebut.

Selanjutnya, Basarnas Banda Aceh langsung memerintahkan Tim Rescue Pos SAR Meulaboh untuk menuju ke lokasi dan melakukan pencarian serta mengevakuasi korban.

kumparan post embed

“Sekitar pukul 14.10 WIB tim tiba di lokasi dan langsung mempersiapkan peralatan untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Tim melakukan penurunan pertama untuk mengevakuasi korban dengan teknik rappeling,” ujarnya.

Dari proses evakuasi itu, tim baru berhasil menaikkan korban pertama ke atas sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara korban kedua, baru berhasil dievakuasi satu jam kemudian.

“Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban dibawa ke posko untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka,” tuturnya.