Dua Skenario Evakuasi WNI di Wuhan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara di kawasan perumahan dan komersial Wuhan di provinsi Hubei. Foto: Hector Retamal / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara di kawasan perumahan dan komersial Wuhan di provinsi Hubei. Foto: Hector Retamal / AFP

Pemerintah Indonesia masih membahas rencana evakuasi 234 WNI yang berada di wilayah terisolasi virus corona di provinsi Hubei, China. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan ada dua skenario yang akan dilakukan.

“Bu Menlu mengatakan ada 2 skenario,” kata Anung saat acara diskusi FMB ke 9 di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

Skenario yang pertama yakni, mengevakuasi dengan cara memindahkan WNI dari provinsi Hubei ke tempat lain yang lebih aman. Setelah dipastikan kondisi WNI sehat, mereka baru dipulangkan ke indonesia.

“Pertama geser dari Hubei ke provinsi lain, kemudian dipastikan di sana clear semuanya sehat, baru pulang,” ujar Anung.

“(Mereka) pasti melalui pemeriksaan biasa, dipastikan kesehatan ada. Dicatat kontak interaksi dengan siapa, masa inkubasi lewat belum,” kata Anung.

embed from external kumparan

Skenario evakuasi yang kedua adalah langsung memulangkan WNI ke Indonesia. Pesawat dari Indonesia akan masuk ke sejumlah wilayah di China di tengah masa isolasi dan langsung mengangkut para WNI ke Indonesia.

Sesampainya di Indonesia, Para WNI akan langsung menjalani masa karantina di lokasi yang telah ditentukan.

Petugas KKP mempersiapkan Kapsul untuk orang yang diduga mengalami gejala virus corona di pelabuhan IPC Panjang, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (29/1). Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah

“Di sana dikeluarkan dengan kapsul evakuasi seperti yang kemarin muncul, nah karena di sana statusnya masih karantina (diisolasi), tentu di sini akan karantina,” ujar Anung.

“Di mana karantinanya, ya belum tahu karena waktu kita juga belum jelas, kita pasti melakukan pengawasan dan inilah juga yang kemudian dimasukkan rumah sakit. Di dalam kamar isolasi untuk dilakukan pengawasan kesehatan secara intensif,” kata Anung.

Kemlu masih menemui kendala dalam proses evakuasi. Sebelum dievakuasi, para WNI seluruhnya rencananya bakal dikumpulkan di satu titik untuk memudahkan proses evakuasi.

Jubir Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengungkapkan proses pengumpulan tersebut cukup sulit dilakukan. Hubei yang statusnya ‘diisolasi’ membuat transportasi di provinsi tersebut cukup terbatas karena virus corona.

Hingga kini, Kemlu masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah China untuk proses evakuasi, baik yang berada di pusat, maupun di daerah.

"Dan dari komunikasi itu kita sudah melihat titik cerah langkah-langkah yang lebih positif lagi pada waktunya kita bisa memulangkan saudara-saudara kita," tutupnya.

kumparan post embed