Menlu Retno: Evakuasi WNI di Wuhan Sangat Kompleks

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan menggunakan masker berdatangan di Bandara Pearson, Torontom Ontario, Kanada. Foto: REUTERS / Carlos Osorio
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan menggunakan masker berdatangan di Bandara Pearson, Torontom Ontario, Kanada. Foto: REUTERS / Carlos Osorio

Lebih dari 243 WNI di Provinsi Hubei, China, belum dievakuasi imbas penyebaran virus corona. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku proses evakuasi tersebut sangat kompleks.

Retno mengatakan, pihaknya harus lebih dulu memetakan tempat tinggal para WNI di Hubei, termasuk Kota Wuhan, titik nol penyebaran virus corona. Sebab, puluhan kota di provinsi tersebut kini sedang diisolasi, termasuk akses transportasi darat dan udara.

"Hitungannya sangat kompleks, dalam artian kita lihat sebarannya dulu, ada di titik yang jaraknya di Wuhan ratusan kilometer. Bagaimana mengambil mereka dalam kondisi lockdown? Busnya ini dari mana, detail sekali, tapi kita bekerja dengan cepat," kata Retno di Hotel Kempinsi, Jakarta, Kamis (30/1).

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi serah terima satu Anak Buah Kapal (ABK) WNI, M Farhan yang sempat disandera Abu Sayyaf di Kemlu, Jakarta, Rabu (23/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Meski begitu, Retno memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah China. Terlebih, TNI AU sudah menyiapkan tiga pesawat untuk mengevakuasi para WNI.

"Intinya kita bekerja dengan cepat dan berkoordinasi secara internal. Kita berkoordinasi juga dengan otoritas Tiongkok," tambah Retno.

Senada, Presiden Jokowi sebelumnya menyebut evakuasi terhambat lantaran masalah isolasi. Jokowi kini fokus mengutamakan tambahan logistik untuk WNI di sana.

kumparan post embed

"Tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," kata Jokowi di Puskesmas Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1).

"Ini nanti mungkin dalam empat sampai lima hari baru urusan logistik yang akan dicarikan solusinya," tuturnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Jepang berhasil mengangkut warganya dari Wuhan. AS berhasil mengangkut 200 warganya, sementara Jepang membawa 400-an penumpang dalam dua pengiriman pesawat.

Adapun pesawat Inggris yang semestinya berangkat pagi ini gagal mengevakuasi warganya. Inggris tak mendapat izin otoritas China, dan belum diketahui alasannya.

Hingga kini, sebanyak 170 orang meninggal dunia akibat virus corona. Lebih dari 7.000 orang terjangkit virus asal Wuhan itu.

Infografik Waspada Virus Corona. Foto: Andri Firdiansyah Arifin/kumparan