Dubes Iran Sebut Investigasi Penyebab Kematian Haniyeh Masih Berjalan
·waktu baca 2 menit

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi belum dapat memastikan bagaimana cara pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh, terbunuh. Katanya investigasi masih dilakukan.
"Bagaimana dia dibunuh, kami memiliki sejumlah laporan dan investigasi namun belum final. Investigasi sedang berjalan," ujar Boroujerdi kepada wartawan di Masjid Istiqlal Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).
Bila investigasi sudah selesai, pasti akan diumumkan ke publik.
"Kami belum menyelesaikan investigasi sejauh ini, dan jawaban terkait kasus ini, kita tidak akan tinggal diam," pungkasnya.
Ia pun memastikan darah Haniyeh tak akan sia-sia. Peluang balas dendam terbuka.
"Mudah-mudahan kita bisa membalas dari apa yang telah dilakukan terhadap syahid pejuang yaitu Ismail Haniyeh, dan mudah-mudahan darahnya tidak akan sia sia," ucap Boroujerdi.
Boroujerdi juga dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas serangan yang menewaskan Ismail Haniyeh tersebut.
"Kita tidak akan tinggal diam, kita akan memberi balasan setimpal dan bahkan lebih keras dari itu," pungkasnya.
Sementara itu, dikutip dari CNN, Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden Iran dan tinggal di sebuah tempat tinggal untuk para veteran.
Laporan kantor berita milik pemerintah Iran, IRNA, menyebutkan pemimpin Hamas itu diserang menggunakan "proyektil berpemandu udara" dari luar Iran.
Serangan itu terjadi pada Rabu (31/87) sekitar pukul 2 pagi waktu setempat.
IRNA mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan rincian operasi dan posisi dari mana proyektil itu ditembakkan.
