Dubes Jepang Temui Wapres JK Bahas Peningkatan Kerja Sama

Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/6). Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu membahas peningkatan kerja sama di antara kedua negara.
Hal ini diungkapkan Masafumi Ishii seusai pertemuan. Masafumi mengaku baru saja bertugas di Indonesia dan tiba di Jakarta sekitar sebulan lalu dan ia langsung melakukan kunjungan kehormatan dengan JK.
[Baca juga: Wapres JK: WNI di Marawi Hanya Berdakwah]
"Saya baru tiba di Indonesia kira-kira satu bulan sebelumnya di Jakarta dan saya melakukan kunjungan kehormatan setelah tiba di Indonesia," ujar Masafumi dalam bahasa Jepang seusai pertemuan.
Menurut Masafumi, kunjungan ini untuk mempererat hubungan antar kedua negara yang telah berlangsung cukup lama.
"Hubungan antara Jepang dan Indonesia sudah terjalin selama cukup lama dan sangat baik. Tahun depan merupakan tahun peringatan ke 60 setelah terjadinya hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia. Oleh karenanya saya berbicara dengan bapak Wapres untuk meningkatkan hubungan diantara kedua negara kita," lanjut Masafumi.
[Baca juga: JK: Polisi Sudah Diperintahkan Cegah Persekusi]
JK dan Masafumi juga membahas soal persiapan kunjungan kenegaraan JK ke Jepang. Dijadwalkan JK akan Jepang pada Sabtu (2/6) hingga Selasa (6/6).
"Besok Pak Wapres akan berkunjung ke Jepang mulai besok dan saya telah sampaikan kepada Wapres agar kunjungannya menghasilkan banyak kerja sama," ujarnya.
[Baca juga: Keluarga Jusuf Kalla Restui Pelaporan Silvester ke Polisi]
Dalam pertemuan itu, juga sempat dibahas mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya yang rencananya akan melibatkan investor asal Jepang. Masafumi mengklaim JK mendukung penuh proyek kereta cepat tersebut.
"Berkat dukungan dari Bapak Wapres juga, proyek besar berjalan lancar selama ini dan saya akan berusaha lagi agar proyek besar ini bisa memberikan manfaat bagi kedua negara, untuk Indonesia dan Jepang," ujarnya.
