Dubes Palestina: Kami Bersedih Haniyeh Gugur, tapi Kami Akan Melawan Penjajah
·waktu baca 2 menit

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengakui kesedihan yang menimpa bangsanya usai kematian Ismail Haniyeh. Namun, dia berjanji perjuangan melawan Israel akan berlanjut.
Haniyeh yang merupakan pemimpin Hamas terbunuh di Iran pada Rabu (31/8). Hamas menuding Israel sebagai otak terbunuhnya Haniyeh.
"Pada saat ini kami sedang mengalami masa-masa sulit bagi rakyat Palestina. Dan rakyat Palestina sekarang sedang berjuang untuk mendapat kemerdekaannya," ujar Zuhair usai menghadiri salat gaib untuk Ismail Haniyeh di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (2/8).
"Kami semua bersedih dengan banyaknya yang gugur di Palestina, dengan hancurnya Gaza dan Palestina. Dan ini semua dilakukan Zionis Israel yang dibantu oleh Amerika," ucap Zuhair.
Lebih lanjut, meski bangsanya bersedih atas kematian Haniyeh mereka akan terus bertahan melawan aksi penjajahan Israel.
"Kami rakyat Palestina akan senantiasa bertahan untuk berjuang melawan penjajahan. Tanah Palestina yang diberkahi oleh Allah SWT," pungkasnya.
Masjid Istiqlal Jakarta menggelar Salat Gaib untuk Ismail Haniyeh seusai Salat Jumat pada har ini. Di samping Zuhair, hadir pula Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar hingga Dubes Iran Mohammad Boroujerdi.
Nasaruddin menegaskan dukungan terhadap perjuangan Palestina. Ia pun menegaskan, Haniyeh sebagai seorang tokoh dunia terhormat.
"Saya kira kematian terbesar tahun ini ialah wafatnya salah seorang pemimpin dunia yang sangat kita hormati, yaitu almarhum bapak Ismail Haniyeh. Yang wafat kemarin," pungkasnya.
