Duka Mendalam RI atas Wafatnya Ratu Elizabeth II

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratu Elizabeth II dengan seekor anjing corgi, pada 1970. Foto: Keystione/Arsip Hulton/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Elizabeth II dengan seekor anjing corgi, pada 1970. Foto: Keystione/Arsip Hulton/Getty Images

Ratu Elizabeth II tutup usia di Istana Balmoral, Skotlandia, sekitar 515 km dari Istana Buckingham, London, pada Kamis (8/9). Ia meninggal pada usia 96 tahun.

Kondisi kesehatan sang ratu sudah terlihat memburuk usai dirawat pada Oktober 2021. Elizabeth II sering mengeluhkan kesulitan untuk berdiri dan bergerak. Ia kerap terlihat menggunakan tongkat untuk berjalan.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Istana Buckingham sempat melaporkan bahwa kondisi sang ratu mulai mengkhawatirkan. Elizabeth II sempat memperoleh perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Ratu Elizabeth merupakan raja terlama di Inggris. Mahkota segera diberikan kepada putra sulungnya yang juga pewaris pertama takhta, Pangeran Charles.

Kematian Ratu mengakhiri pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris Raya dan salah satu pemerintahan terlama oleh kepala negara mana pun.

Seorang pengantar membawa karangan bunga saat berjalan ke Kedutaan Besar Inggris, menyusul kematian Ratu Elizabeth, di Jakarta, Jumat (9/9/2022). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Seluruh dunia termasuk Indonesia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ratu Elizabeth II.

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita atas mangkatnya Ratu Elizabeth II. Pernyataan ini diungkapkan Jokowi lewat akun Instagram dan Twitter resminya.

“Saya sangat berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II, seorang ratu yang sangat dikagumi dan dicintai,” tulis Jokowi dalam bahasa Inggris.

“Simpati terdalam dan belasungkawa saya yang tulus kepada Keluarga Kerajaan, pemerintah, dan rakyat Inggris,” kata Jokowi.

Menlu Retno Marsudi hadir di Kediaman Resmi Dubes Inggris Owen Jenkins di Jakarta, Jumat (9/9/2022). Foto: Kedutaan Besar Inggris

Menlu Retno Kunjungi Kedubes Inggris

Kedutaan Inggris di Jakarta membuka kesempatan penandatangan buku duka bagi masyarakat uang ingin menyampaikan duka atas mangkatnya Ratu Elizabeth II.

Salah satu tamu yang menandatangani buku duka adalah Menlu Retno Marsudi. Ia tiba di kediaman resmi Dubes yang berada di lingkungan Kedubes Inggris di Jalan Patra Kuningan, Jaksel, pada Jumat (9/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari rekaman video yang diterima kumparan, saat tiba Retno diterima langsung oleh Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. Sesudah menandatangani buku duka, Retno terlihat berbicara dengan Jenkins.

Kedutaan Inggris dalam akun resmi Instagramnya membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menandatangani buku belasungkawa pada 9, 12, dan 16 September 2022.

"Kedutaan Besar Inggris di Jakarta akan membuka buku belasungkawa untuk umum menyusul wafatnya Ratu Elizabeth II," begitu dikutip dari akun resmi Dubes Inggris.

Ratu Inggris Elizabeth II, kiri, berbicara dengan Siti Suharto, Ibu Negara Indonesia dan istri Presiden Indonesia, pada pagi kopi di Jakarta, Indonesia, pada 22 Maret 1974. Foto: Alex Lumi/AP Photo

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Phillip Pernah Kunjungi Indonesia Tahun 1974

Indonesia berduka atas kepergian Ratu Elizabeth II karena memiliki cerita panjang.

Ternyata mendiang Elizabeth II bersama suaminya yang lebih dulu meninggal dunia pada April 2021, Pangeran Phillip, parang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 18-22 Maret 1974.

Dalam lawatan yang dijuluki 'Royal Tour 1974' tersebut, Elizabeth II dan Pangeran Phillip mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Mereka menggunakan pesawat udara dan kapal pesiar kerajaan, The Royal Yacht Britannia.

Kedatangan Elizabeth II dan Pangeran Phillip disambut meriah oleh pemerintah Indonesia. Dalam sebuah video lawas yang beredar di media sosial, rombongan Gubernur Jakarta kala itu, Ali Sadikin, terlihat menyambut kehadiran para bangsawan Inggris di bandara.

Bendera Merah Putih dan Union Jack terlihat berkibar berdampingan dan rombongan polisi militer turut mengawal Elizabeth II beserta suami.

Ratu Inggris Elizabeth II dan Pangeran Philip, meletakkan karangan bunga di Pemakaman Perang Sekutu di Menteng Pulo, Indonesia, pada 19 Maret 1974. Foto: AP Photo

Di Jakarta, Elizabeth II dan Pangeran Phillip diterima Presiden Kedua Indonesia, Soeharto, beserta Ibu Tien, dalam sebuah jamuan makan malam di Istana Negara.

Selain itu, Elizabeth II dan Pangeran Phillip juga sempat menginjakkan kaki di berbagai wilayah di Jakarta, contohnya Kota Tua.

Setelah dari Jakarta, rombongan bangsawan Inggris juga mengunjungi Yogyakarta dan disambut oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Keraton Yogyakarta. Sementara di Bali, sang Ratu berkunjung ke Istana Tampaksiring dan melihat kesenian tradisional di daerah tersebut.

Ratu Inggris Elizabeth II, diapit oleh Presiden Indonesia Suharto, kiri, dan Pangeran Philip, diperkenalkan kepada anggota Kabinet Indonesia, di Jakarta, pada 18 Maret 1974. Foto: AP Photo

Cerita Kerabat Keraton saat Ratu Elizabeth II ke Yogya: Dilarang Foto saat Makan

Semasa hidupnya, Elizabeth II sempat berkunjung ke Indonesia pada 14 Maret 1974. Dia pun menyempatkan diri ke Yogyakarta.

Kerabat Keraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat atau Romo Tirun pun menceritakan bagaimana kunjungan Sang Ratu 48 tahun silam.

"Iya itu kunjungan biasa waktu itu. Saya masih dinas di Kepatihan (Pemda DIY) waktu itu. Sudah lama banget," kata Romo Tirun.

Romo Tirun berkisah, saat itu dia bertugas di Biro Umum bagian Protokol Pemda DIY. Kala itu, Romo Tirun masih merupakan pegawai muda.

"Walaupun saya tidak pegang protokol waktu itu, saya jadi asistensinya (kehadiran tamu)," ceritanya.

"Saya waktu itu caranya kalau pegawai masih kanak-kanak. Kepala Subbag kok waktu itu saya. Saya itu Kepala Subbagian," ujar dia.

Ratu Inggris Elizabeth II dan Earl Mountbatten, berseragam angkatan laut putih, didampingi Gubernur Jakarta Ali Sadikin, kanan, berjalan-jalan di sepanjang dermaga di Sunda Kelapa, pada 19 Maret 1974. Foto: AP Photo

Dijelaskannya saat itu, ada beberapa permintaan dari rombongan Ratu Elizabeth II. Mereka bertanya beberapa hal terkait keamanan dan segala macamnya. Selain itu, ada permintaan untuk dilarang memotret Ratu Elizabeth II saat sedang makan.

"Kemudian yang ini agak lucu menurut saya, itu tidak diperkenankan memotret ratu pada saat makan. Itu saja yang menarik perhatian saya. Itu yang masih ingat saya. Wong tahunnya saja saya lupa (detailnya)," katanya.

"Hanya protokolernya waktu itu seperti itu. Nanti kalau kalau makan jangan sampai ada yang memotret, dilarang memotret hanya begitu," jelasnya.

Saat Ratu Elizabeth II berkunjung ke Kraton Yogyakarta, dia disambut langsung oleh Raja Kraton Yogyakarta saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Lanjutnya, Romo Tirun juga sempat mengingat bahwa Ratu Elizabeth II mendapatkan kenang-kenangan bunga dari Kraton Yogyakarta.

Menlu Retno Marsudi menandatangani book of condolence di Kediaman Resmi Dubes Inggris Owen Jenkins di Jakarta, Jumat (9/9/2022). Foto: Kedutaan Besar Inggris

Terima Kasih Dubes Inggris Atas Duka Rakyat RI Terkait Wafatnya Ratu Elizabeth

Pemerintah Inggris berterimakasih atas simpati dan belasungkawa yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia atas meninggalnya Ratu Elizabeth II pada pekan ini.

Ucapan terima kasih itu diwakili oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, dalam pernyataan pers yang dirilis oleh Kedubes Inggris di Jakarta.

"Atas nama Pemerintah Inggris, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada rakyat Indonesia atas pesan belasungkawa yang telah kami terima dalam beberapa jam terakhir," ungkap Jenkins.

"Kami tersentuh oleh kasih sayang terhadap Yang Mulia Ratu yang dirasakan oleh begitu banyak masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Jenkins mengaku bangga dan terhormat sempat mengabdi dan memberikan pelayanan terbaiknya kepada mendiang Elizabeth II semasa ia menjabat sebagai diplomat Inggris di luar negeri.

Jenkins pun mengenang kesempatan berharga yang ia miliki untuk dapat melihat langsung pesona, kecerdasan, dan profesionalisme Elizabeth II dalam menjalankan tugas kenegaraannya.

Mengutip dari pernyataan Raja Charles III yang kini menggantikan posisi Elizabeth II, Jenkins mengatakan kepergian sang ratu sangat dirasakan tak hanya oleh rakyat Inggris, namun juga oleh banyak orang di seluruh dunia.