Efikasi 2 Dosis Vaksin Moderna Capai 93% hingga 6 Bulan
·waktu baca 1 menit

Perusahaan farmasi Moderna pada Kamis (5/8) mengungkapkan, vaksin mereka memberikan perlindungan yang sangat baik dari virus corona bahkan hingga enam bulan setelah penyuntikan.
Kantor berita AFP melaporkan, efikasi vaksin Moderna mencapai 93 persen pada enam bulan setelah vaksinasi dosis kedua.
Selain itu, pada periode waktu yang sama, vaksin ini juga menunjukkan efikasi 98 persen dalam mencegah COVID-19 bergejala berat dan 100 persen dalam mencegah kematian akibat COVID-19.
Data ini diambil dari analisis final uji klinis fase 3 Moderna yang melibatkan hingga 30 ribu partisipan.
“Vaksin COVID-19 kami menunjukkan efikasi tahan lama sebesar 93 persen hingga enam bulan. Tetapi perlu diingat bahwa varian Delta merupakan ancaman baru yang signifikan, sehingga kita tetap harus waspada,” ujar CEO Moderna, Stephane Bancel, pada Kamis (5/8).
Namun, Moderna mengingatkan, ada kemungkinan diperlukannya vaksin dosis ketiga menjelang musim dingin karena level antibodi diprediksi akan menurun, demikian dikutip dari Reuters.
Moderna saat ini juga tengah melaksanakan uji klinis pada tiga jenis vaksin COVID-19 booster (vaksin dosis ketiga) yang berbeda.
Sejauh ini, uji klinis menunjukkan ketiga vaksin booster mampu memicu level antibodi yang tinggi terhadap virus corona strain awal dan juga variants of concern, meliputi Beta, Gamma dan Delta.
Dengan merebaknya varian Delta, para pakar kesehatan di seluruh dunia tengah mendiskusikan apakah pemberian vaksinasi dosis ketiga dianggap perlu.
Varian Delta sendiri adalah strain dari SARS-CoV-2 yang jauh lebih menular dan sudah mendominasi di banyak negara.
