Eks Kepala Strategi Trump Ditangkap Atas Dugaan Korupsi Dana Tembok Perbatasan

Mantan Kepala Strategi Gedung Putih sekaligus bekas Kepala Eksekutif Kampanye Donald Trump di Pilpres 2016, Steve Bannon, ditangkap pada Kamis (20/8) waktu setempat. Ia ditangkap di kapal pesiar Lady May yang disebut dimiliki miliarder sekaligus buronan Tiongkok, Guo Wengui.
Dilansir Reuters, Bannon ditangkap karena diduga menyelewengkan dana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang didapat dari crowdfunding.
Bannon ditangkap bersama 3 orang lain oleh jaksa federal di Manhattan. Mereka terancam hukuman 40 tahun penjara jika terbukti bersalah, tetapi kemungkinan akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih singkat.
Mengenakan kemeja dan masker, Bannon mengaku tidak bersalah saat dibawa ke pengadilan federal di Manhattan.
Dalam kasus ini, jaksa mendakwa Bannon telah menipu ratusan ribu donor melalui kampanye crowdfunding 'We Build the Wall' senilai USD 25 juta dari 330 ribu orang.
Bannon diduga menggunakan ratusan ribu dolar AS dari dana crowdfunding untuk pengeluaran pribadinya. Diketahui pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko merupakan janji Trump saat kampanye di Pilpres 2016.
Sementara saat dimintai tanggapan mengenai penangkapan itu, Trump menilai apa yang diduga dilakukan Bannon "sangat buruk".
“Saya pikir ini adalah peristiwa yang menyedihkan. Aku belum pernah berurusan dengannya sama sekali selama bertahun-tahun," ucap Trump.
Ia juga berkilah tak tahu banyak soal proyek penggalangan dana tersebut.
“Saya tidak tahu apa-apa tentang proyek itu. Selain ... ketika saya membacanya, saya tidak menyukainya. Saya berkata, 'Ini untuk pemerintah, ini bukan untuk orang pribadi'," ucapnya.
