Eks Ketua Partai Buruh, Isaac Herzog, Terpilih Jadi Presiden Israel
·waktu baca 1 menit

Di tengah gejolak politik Israel dalam dua tahun belakangan ini, Isaac Herzog terpilih menjadi Presiden Israel. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Reuven Rivlin.
Herzog dipilih oleh Parlemen Israel pada Rabu (2/6). Ia akan resmi menjabat mulai Juli mendatang.
Jabatan Presiden Israel memang tidak sekuat Perdana Menteri dalam urusan wewenang dan kekuasaan. Sebab Presiden merupakan jabatan seremonial.
Meski begitu, jabatan ini tetap penting dalam mempromosikan persatuan kelompok etnis dan keagamaan di Israel.
Dikutip dari Reuters, Kamis (3/6), Herzog mengalahkan kandidat presiden lainnya, Miriam Peretz. Herzog meraih 87 suara. Sementara Peretz hanya memperoleh 26 suara.
Usai terpilih menjadi presiden, Herzog menyinggung konflik antara Israel dengan Hamas di Gaza. Akibat konflik ini beberapa kota di Israel rusak.
“Merawat luka yang telah terbuka di masyarakat kita ini penting, sangatlah penting,” kata Herzog di muka parlemen Israel, Knesset, ketika menerima penunjukan dirinya.
“Kita harus membela pendirian internasional Israel dan nama baiknya di lingkup negara-negara, melawan antisemitisme dan kebencian terhadap Israel, dan melestarikan pilar-pilar demokrasi kita,” tegasnya.
Sebelum menjadi Presiden, Herzog pernah menjadi anggota parlemen pada 2003 silam. Ia kemudian pernah menjabat sebagai Ketua Partai Buruh Israel dan juga beberapa jabatan tinggi di pemerintahan koalisi.
Pria berusia 60 tahun itu merupakan cucu dari Pendeta Yahudi Israel pertama yang juga mantan Presiden Israel, Chaim Herzog.
Jabatan terakhir sebelum terpilih menjadi presiden adalah Ketua Lembaga Umat Yahudi untuk Israel.
