Eks Ketum PSSI Prihatin Tragedi Kanjuruhan: Nyawa Manusia Takkan Terganti
·waktu baca 2 menit

Mantan Ketum PSSI Edy Rahmayadi prihatin dengan tragedi kerusuhan yang menewaskan 125 orang usai pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Edy yang kini menjabat Gubernur Sumut ini menyampaikan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Sebuah tragedi yang sangat menyesakkan dada, duka yang sangat mendalam sangat saya rasakan atas terjadinya tragedi yang memakan korban nyawa hingga ratusan jiwa,” ujar Edy dalam keterangan tertulis di Medan, Senin (3/10).
Edy mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan. “Saya bersama masyarakat Sumatera Utara mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ikhlas dalam menghadapi musibah ini,” katanya.
Purnawirawan bintang tiga TNI ini berharap tragedi ini menjadi pembelajaran dan pembenahan agar peristiwa memilukan ini tidak terulang kembali.
Tidak ada sepakbola yang sebanding dengan nyawa manusia. Mari bersama kita berbenah, tingkatkan rasa solidaritas dan sportivitas kita, kalah menang biasa dalam pertandingan, akan tetapi nyawa manusia takkan bisa terganti.
Edy Rahmayadi
Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah penonton Arema masuk ke lapangan setelah kalah dari Persebaya pada 1 Oktober 2022. Aparat keamanan lalu mengusir suporter yang kian banyak di lapangan dengan gas air mata. Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun.
Hal ini membuat penonton yang semuanya fans Arema kocar-kacir menyelamatkan diri. Tak sedikit yang terinjak-injak dan sesak nafas karena gas air mata tersebut.
