Ekspor Pertambangan Januari-April 2017 Tumbuh 42,19 Persen

Kinerja ekspor nonmigas mulai membaik sejak periode Januari-April 2017. Bahkan, pada periode tersebut sektor pertambangan dan lainnya tercatat mengalami pertumbuhan hingga mencapai 42,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sepanjang April ekspor pada sektor pertambangan mengalami pertumbuhan 2,07 miliar dolar AS," kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/5)..
Berdasarkan kontribusi terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan, sektor nonmigas produk industri pengolahan mencapai 75,14 persen, yakni secara rinci adalah kontribusi ekspor produk pertanian 2,10 persen, ekspor produk pertambangan dan lainnya 13,56 persen, dan ekspor migas adalah 9,20 persen.
Baca juga: Neraca Perdagangan April 2017 Surplus Rp 16,49 Triliun
BPS mencatat total eskpor dan impor pada periode Januari-April mencapai 53,86 miliar dolar AS dan 48,53 miliar dolar AS. Sehingga surplus total surplus neraca perdagangan Januari-April mencapai 5,33 miliar dolar AS.
"Untuk bulan April, ekspor migas mencapai 0,98 miliar dolar AS atau turun 35,36 persen. Kalau untuk pertanian mencapai 0,28 miliar dolar AS atau turun 4,82 persen. Ini juga karena ekspor kopi turun. Tapi secara year on year ekspor kopi mengalami kenaikan," ujarnya.
Sementara itu, nilai industri pengolahan mencapai 9,84 miliar dolar AS atau turun 10,18 persen secara month to month. Selain itu, nilai ekspor pada sektor pertambangan mencapai 2,07 miliar dolar AS.
"Sektor pertambangan ini naik karena nilainya naik dan volumenya naik. Batubara mulai tumbuh 50,12 persen dan bijih besi naik 74,35 persen. Namun CPO alami penurunan," katanya.
Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Capai 2,4 Miliar Dolar AS
