Eliana Krawczyk, Perwira Kapal Selam Wanita yang Karam Bersama ARA San Juan

Kapal selam ARA San Juan sering disebut-sebut seiring dengan musibah yang menimpa kapal selam KRI Nanggala-402.
Kedua kapal selam ini memiliki beberapa kemiripan, antara lain sama-sama kapal pabrikan Jerman berusia beberapa dekade dan karam di dasar laut yang dalam.
ARA San Juan, kapal selam milik Angkatan Laut Argentina, mengalami musibah pada 15 November 2017. Pecahan badannya baru ditemukan setahun kemudian di kedalaman 906 meter di Samudera Atlantik lepas pantai selatan Argentina.
ARA San Juan karam saat dalam perjalanan menuju basisnya di Mar de Plata. Kapal buatan Jerman yang beroperasi sejak 1983 itu karam bersama 44 awaknya, satu di antaranya adalah personel wanita. Dia adalah Eliana Maria Krawczyk.
Eliana tercatat sebagai personel kapal selam wanita pertama di Argentina dan di Amerika Selatan.
Saat itu, Eliana merupakan perwira tertinggi ketiga di dalam kapal selam ARA San Juan. Dia mengepalai bagian persenjataan.
Eliana lahir pada 5 Maret 1982 di Obera, Provinsi Misiones, Argentina, dari orang tua yang merupakan imigran Yahudi Polandia. Dia masuk SD saat berumur 5 tahun.
Pada 2003, saat dia belajar teknik industri di kampung halamannya, Eliana melihat iklan di internet bahwa AL Argentina sedang merekrut personel wanita. Dia pun mendaftar dan menjadi siswa Sekolah Militer AL setahun berikutnya.
Tahun 2008, dia lulus dan ditugaskan di kapal ARA Libertad, sebuah kapal kelas A untuk pelatihan. Di sinilah dia tertarik pada kapal selam.
Pada 2012, dia mendaftar untuk mengikuti pelatihan kapal selam di markas AL di Mar del Plata. Dia menjadi lulusan terbaik di kelasnya.
Eliana kemudian ditugaskan di kapal selam ARA Salta selama 4 tahun. Tahun 2015, dia memegang pangkat letnan fregat, menjadikannya sebagai perwira kapal selam wanita pertama di AL.
Tahun 2016, Eliana dipindahkan ke kapal selam ARA San Juan. Tahun 2017, pangkatnya menjadi letnan penuh.
Dalam video di Facebook yang diposting Kementerian Pertahanan Argentina, Eliana menceritakan pengalamannya menjadi wanita pertama dalam ruang tradisional pria. Dia mengungkapkan cita-citanya menjadi komandan kapal selam angkatan laut suatu hari nanti.
Jika Anda berpikir tentang berada di bawah air, bernavigasi, dan menjadi satu-satunya wanita, itu aneh, tetapi pada saat yang sama juga mengasyikkan dan sangat menantang. Wanita mana pun ingin bisa melakukannya.
-Eliana Krawczyk
Saudara perempuan Eliana, Silvina, mengenang Eliana sebagai sosok yang mencintai pekerjaannya di lautan.
“Sepertinya dia dilahirkan untuk itu. Dia sangat menyukai pekerjaannya di Angkatan Laut,” tutur Silvina dikutip dari Reuters.
Kapal Selam Mengalami Korsleting
Kapal selam ARA San Juan hilang kontak pada 15 November 2017 di lepas pantai Argentina. Sebelumnya, kapten kapal sempat melaporkan bahwa kapal mengalami korsleting di sistem baterai akibat masuknya air laut ke snorkel.
Snorkel adalah pipa yang muncul ke permukaan laut untuk pertukaran udara dalam kapal selam dan isi ulang baterai. Sebelum karam ke dasar laut, ledakan sempat terjadi.
Mengutip Reuters, sekitar 30 kapal dan pesawat serta 4.000 orang dari 13 negara termasuk Argentina, Amerika Serikat, Inggris, Chili, dan Brasil, bergabung dalam pencarian kapal selam tersebut.
Argentina menyewa perusahaan Ocean Infinity untuk mencari bangkai kapal setelah dua minggu usaha pencarian berakhir nihil dan semua awak kapal selam diperkirakan gugur. Pencarian membuahkan hasil setelah setahun berlalu.
Pada 18 November 2018, AL Argentina memposting foto bagian dari bodi kapal selam yang ditemukan di kedalaman 906 meter. Kawasan itu sekitar 643 km sebelah timur Kota Comodora Rivadavia di wilayah Patagonia, Argentina.
Untuk mengenang jasa Eliana, namanya diabadikan sebagai nama jalan di kota kelahirannya di Oberia.
Wanita di Kapal Selam Angkatan Laut AS
Untuk menjadi kru kapal selam memang harus memiliki keandalan khusus dibandingkan dengan di kesatuan lainnya.
Namun, yang tak kalah penting adalah perlu dukungan dari pemangku kebijakan.
Misalnya saja, pada 29 April 2010, Departemen Angkatan Laut Amerika Serikat, mengumumkan otorisasi perubahan kebijakan yang memungkinkan wanita untuk mulai bertugas di kapal selam.
Kala itu disebutkan, sekelompok hingga 24 perwira wanita dijadwalkan mengikuti pelatihan kapal selam nuklir standar pada Juli 2010.
Menurut laporan USNI.org, per tahun 2019, Angkatan Laut AS telah memiliki 84 perwira wanita yang bertugas di 19 kapal selam dan 219 pelaut tamtama wanita yang bertugas di 8 kapal selam.
Di antara perwira itu adalah Kayla Barron. Wanita awak kapal selam gelombang pertama di AS ini ditugaskan di USS Maine, kapal selam sepanjang 170 meter yang mampu membawa 24 rudal Trident, yaitu rudal balistik bertenaga nuklir.
Wapres Mike Pence pada tahun 2017 mengumumkan Kayla Barron sebagai salah satu dari 17 astronaut Tim Artemis NASA yang akan mengangkasa ke Bulan pada 2024. Kayla menjadi wanita kelima dari Angkatan Laut yang terpilih menjadi astronaut NASA.
Sedangkan Angkatan Laut Inggris mengizinkan wanita menjadi awak kapal selam mulai tahun 2011.
