Eri Cahyadi, Cawalkot Surabaya Pengganti Risma Pilihan PDIP

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

PDIP akhirnya mengumumkan sosok calon wali kota Surabaya pengganti Tri Rismaharini. Setelah 10 tahun memimpin Kota Pahlawan, Risma akan segera turun tahta di Pilwalkot Surabaya 2020.

Setelah melalui seleksi yang alot, PDIP memutuskan untuk menunjuk Kepala Bappeko Eri Cahyadi. Eri nantinya akan maju bersama dengan salah satu kader PDIP, Armuji.

Eri berhasil menyingkirkan 14 nama lainnya yang masuk bursa calon Wali Kota Surabaya. Salah satunya adalah Wakil Wali Kota Surabaya yang juga kader PDIP, Whisnu Sakti Buana, yang juga merupakan kandidat kuat.

Eri dan Armuji kini dipastikan bakal melawan mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. Machfud diusung oleh mayoritas partai di Surabaya, yaitu PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra, dan PKS.

PDIP dengan total 15 kursi di DPRD Surabaya, mengusung sendiri Eri dan Armuji. Namun, hal itu akan menjadi salah satu tantangan bagi pasangan Eri Cahyadi-Armuji demi mempertahankan kekuasaan PDIP selama 18 tahun di kota Pahlawan tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Eri Cahyadi?

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Instagram/@ericahyadi-

Eri bisa dibilang merupakan orang kepercayaan Risma. Pria kelahiran Surabaya, 27 Mei 1977 itu mengawali karier menjadi PNS di Dinas Bangunan Kota Surabaya pada 2001 silam.

Karier Eri, yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Sipil ITS, itu terus moncer. Puncaknya, ia lalu diberi amanah untuk menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang.

Di tahun 2018, Eri mengemban jabatan baru. Ia ditunjuk menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya dan pelaksana tugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).

Rekam jejak Eri ini bisa dibilang tidak terlalu berbeda dengan Risma sebelum menjadi kader PDIP. Sebelum masuk partai, Risma juga banyak menjabat di bidang pembangunan di Pemkot Surabaya.

Kepala Plt Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Phaksy Sukowati/kumparan

Tak hanya itu, peluang Eri untuk maju di Pilwalkot Surabaya semakin besar saat ia mendapatkan dukungan dari anak sulung Risma, Fuad Bernardi. Bahkan, Fuad ikut aktif menggalang dukungan bagi Eri.

"Bersama Bu Risma, banyak program yang dikawal Pak Eri, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur untuk warga, membuka lapangan kerja, hingga program sosial untuk warga kurang mampu," kata Fuad beberapa waktu lalu.

kumparan post embed

Dukungan untuk Eri juga mengalir dari masyarakat setempat. Saat Eri diundang oleh Bawaslu Surabaya, Februari lalu, ia dikawal sekitar 200 orang yang meneriakkan yel-yel 'Eri Jadi, Risma Selamanya'.

Sebelum pengumuman cawalkot Surabaya, bisa dibilang nama Eri dan Whisnu yang bersaing ketat.

Sebelumnya, ada skenario 'mengawinkan' Whisnu dan Eri, yaitu menggabungkan kader internal dan eksternal. Namun, sempat ada yang menyuarakan agar Eri lah yang menjadi cawalkot. Hal ini ditentang oleh pengurus PDIP Jatim dan sejumlah pengurus DPP. Ada pula skenario Eri menjadi calon wakil wali kota dan cawalkotnya adalah Armuji.

Namun, akhirnya Megawati memilih Eri dibandingkan Cahyadi.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan