Ethiopia di Ambang Perang Besar, WNI Diminta Segera Angkat Kaki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konidis kota Addis Ababa, Ethiopia. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Konidis kota Addis Ababa, Ethiopia. Foto: REUTERS

Ethiopia di ambang perang besar. Merespons hal tersebut WNI di negara Afrika tersebut diimbau segera angkat kaki.

Saran bagi WNI disampaikan Dubes RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur. Dia mengatakan, setiap saat perwakilan Indonesia di Ethiopia terus memantau kondisi para WNI.

"KBRI Addis Ababa telah menyarankan kepada WNI untuk secara sukarela meninggalkan Ethiopia. KBRI Addis Ababa juga telah memiliki contingency plan (rencana cadangan) untuk WNI," ucap Al Busyra kepada kumparan, Kamis (25/11/2021).

Dubes RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur. Foto: Humas Kedubes RI untuk Addis Ababa/ANTARA

Al Busyra menambahkan, saat ini masih tersisa hampir 100 WNI di Ethiopia. KBRI Addis Ababa dan Kemlu RI pada awal pekan ini telah menggelar pertemuan virtual untuk membahas situasi terakhir negara tersebut.

"Pada hari Selasa 23/11 saya dan Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengadakan Town Hall Meeting dengan WNI di Ethiopia yang berjumlah 95 orang untuk mem-brief perkembangan terakhir Ethiopia dan menyampaikan pesan-pesan penting kepada WNI," ucap dia.

kumparan post embed

Saat ini, negara-negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lain telah meminta warganya segera meninggalkan Ethiopia. Perintah disampaikan menyusul semakin mendekatnya pemberontak Tigray ke ibu kota Addis Ababa.

Untuk meredam pemberontakan, PM Ethiopia Abiy Ahmed memastikan akan memimpin pertempuran dari garis depan medan perang.