Fadjroel: Perpanjangan PPKM Level 4 Hasil Rekomendasi Ilmuwan hingga Masyarakat
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah memutuskan perpanjangan PPKM Level 3-4 hingga 2 Agustus 2021. Kebijakan itu diambil agar penularan COVID-19 dapat terus diturunkan.
Juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, mengatakan perpanjangan PPKM ini tidak secara sembarang diputuskan oleh pemerintah.
Menurut dia, perpanjangan ini berdasarkan pertimbangan berbagai pihak, mulai dari para ilmuwan hingga masyarakat.
"Kebijakan ini merupakan rekomendasi dari ilmuwan, masyarakat dan berbagai elemen bangsa lainnya," kata Fadjroel dalam keterangannya yang diterima kumparan, Selasa (27/7).
Fadjroel menjelaskan, dalam perpanjangan PPKM ini pemerintah juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat dami mengurangi beban mereka.
"Pemerintah mengoptimalkan program perlindungan sosial (perlinsos) agar masyarakat tetap mencukupi kebutuhan dasar selama pelaksanaan PPKM," jelas dia.
Tak hanya itu, selama masa PPKM level 4, Fadjroel menyebut pemerintah menambah perlindungan sosial untuk rakyat.
"Penambahan jumlah manfaat Kartu Sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM), perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST), keberlanjutan Subsidi Kuota Internet, Diskon Listrik, Bantuan Rekening Minimum Biaya Beban/Abonemen, penambahan anggaran untuk Program Prakerja," ucap Fadjroel.
"Serta pemberian bantuan subsidi gaji/upah untuk pekerja/buruh, penambahan bantuan produktif usaha mikro, penambahan Bantuan untuk warung atau pedagang kaki lima," lanjutnya.
Lebih lanjut, khusus untuk dunia usaha selama PPKM level 4, Fadjroel mengatakan pemerintah juga memberikan insentif fiskal yaitu pajak pertambahan nilai atau PPN atas sewa toko di pusat perbelanjaan atau mal yang nantinya akan ditanggung pemerintah dalam masa pajak bulan Juni sampai dengan Agustus 2021.
"Pemerintah mengapresiasi seluruh elemen bangsa yang telah menaati PPKM sehingga berhasil melindungi keselamatan diri, keluarga dan lingkungan luas," kata Fadjroel.
"Pada saat bersamaan, program vaksinasi yang makin merata diharapkan segera menciptakan imunitas kelompok (herd immunity) secara nasional. Kita yakin Indonesia sehat. Kita yakin Indonesia maju dengan bergotong-royong," pungkasnya.
