Fadli Zon Heran Anies Disalahkan soal Banjir: Ini Climate Change

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah anak bermain saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1).  Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak bermain saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Banjir yang melanda Jakarta beberapa hari ini kembali membuat Gubernur DKI Anies Baswedan menjadi sorotan. Di media sosial, banyak yang mempertanyakan kinerja Anies dalam menangani banjir.

Merespons hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membela Anies. Menurutnya, banjir di Jakarta karena faktor perubahan iklim.

"Ini seolah-olah yang dipersalahkan Gubernur DKI, padahal banjir terjadi di Tangerang, terjadi di Jawa Barat, terjadi di Karawang, Bekasi, di Subang, di Pekalongan. Di berbagai daerah bahkan di luar negeri. Ini climate change," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Fadli Zon saat menghadiri peluncuran buku di pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Ini ada perubahan iklim yang luar biasa dahsyat. Dan kemarin itu karena siklon tropis, kan. Sehingga curah hujan kita lebih lebat dari biasanya," tambahnya.

Fadli menyebut, sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia, Jakarta juga sudah banjir. Sehingga menurut Fadli, pemerintah pusat tak boleh melepaskan tanggung jawab.

"Saya kira ini yang harus dihadapi secara nasional. Ini yang harus mengambil alih pemerintah pusat. Enggak bisa lepas tangan kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah. Karena ini interconnected, karena ini banjir Jakarta sudah pasti dari Jawa Barat, dari Banten, karena Jakarta ini titik paling rendah baru menuju ke Laut," katanya.

Anies naik perahu susuri kawasan hunian warga di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara dengan perahu karet. Foto: Efira Tamara Thenu

Berbeda dengan Anies yang turun ke daerah banjir, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen itu mengkritik sikap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang tidak turun ke daerah banjir, namun malah meresmikan sebuah kafe.

Sebagaimana diketahui, Ridwan Kamil meresmikan Jabarano Cafe di Australia Senin (24/2) waktu setempat.

"Kembali lah, ke Subang, ke Karawang ke Bekasi. Apalagi kota Bekasi hampir lumpuh total. Masa gubernurnya ngeresmiin kafe. Itu kan meresmikan kafe cukup salah satu direktur atau pejabat lah. Karena ini jelas yang dihadapi langsung oleh masyarakat di Jawa Barat," kata Fadli.