kumparan
11 November 2019 19:14

Fadli Zon Jelaskan Bela Negara ala Prabowo, Turut Libatkan Ormas

PTR, Anggota DPR Komisi I Fraksi Gerindra, Fadli Zon
Anggota DPR Komisi I Fraksi Gerindra, Fadli Zon. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana menggandeng Kemdikbud untuk menyiapkan komponen cadangan dari unsur pelajar dan mahasiswa dalam menghidupkan konsep Pertahanan Rakyat Semesta.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai upaya Prabowo sudah sesuai dengan UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN).
"Itu kan sesuai dengan UU PSDN yang baru disahkan akhir September lalu. Dengan adanya UU itu kan ada bela negara, dan saya kira melibatkan ormas, anak-anak muda dari mana-mana. Sesuailah dengan UU itu," ujar Fadli usai raker dengan Menhan Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11).
Fadli Zon berharap pelibatan pelajar, mahasiswa, hingga ormas ini dapat membuat konsep Pertahanan Rakyat Semesta tidak jadi doktrin semata di atas kertas, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang riil.
Fadli Zon saat menghadiri peluncuran buku di pressroom DPR, Jakarta
Fadli Zon saat menghadiri peluncuran buku di pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Dengan doktrin yang riil itu pertahanan kita memang harus bertumpu kepada rakyat yang terlatih. Dalam program bela negara itu, bukan sekadar komponen tentara yang selama ini sudah terlatih, tapi rakyat juga terlatih," jelas Fadli.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia menegaskan konsep yang diajukan Prabowo bukan berarti wajib militer bagi WNI.
"Di kita kan bela negara itu bukan sesuatu yang wajib, tapi bisa menjadi hak atau mereka yang secara volunteer memang mau dilatih, baik melalui jalur ormas, maupun sekolah dan lain-lain," tuturnya.
Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) saat Rapat Dengar Pendapat Kementerian Pertahanan dan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Prabowo sebelumnya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR mengungkapkan pertahanan negara tak hanya diperkuat oleh TNI sebagai komponen utama. Tetapi juga disokong komponen cadangan dari berbagai sektor, termasuk sumber daya manusia (SDM).
"Ya tentunya kita harus ikut sertakan (mahasiswa). Karena dalam komponen cadangan itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat. Terutama para golongan terdidik, S3, S2, S1 dan para mahasiswa," ujar Prabowo di Gedung DPR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Prabowo juga tak menampik Indonesia tertinggal dalam teknologi pertahanan dibandingkan negara lain. Namun, jika kondisi memaksakan harus berperang, Indonesia bisa melaksanakan Perang Semesta Rakyat yang melibatkan seluruh rakyat sebagai salah satu unsurnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan