Fakta di Balik Pria Ngaku Anak Anggota Propam PMJ dan Bawa Mobil Barang Bukti
·waktu baca 2 menit

Sebuah video memperlihatkan seorang pria berinisial MAF mengaku menggunakan mobil barang bukti hasil sitaan salah satu Polsek. Mobil itu disebut digunakan untuk pelesiran ke mal di kawasan Bogor.
Tak hanya itu, pria tersebut juga mengaku seorang anak anggota Propam Polda Metro Jaya (PMJ).
"BB [barang bukti, red.] Polsek, ini ada BB-nya. Ada surat BB-nya, surat pinjam BB-nya. Dipinjam oleh bapak saya, bapak saya Propam di Polda Metro,” ujar dia dalam video yang beredar.
Lantas seperti apa faktanya?
Bukan Mobil Barang Bukti
Kabid Humas PMJ Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dari hasil penelusuran pihaknya, mobil yang digunakan oleh MAF dalam video itu bukan barang bukti kasus.
"Kami juga akan meluruskan satu unit kendaraan tersebut adalah hasil take over kredit," kata Budi dalam keterangannya, Minggu (23/11).
"Jadi bukan merupakan barang bukti dalam proses hukum di PMJ," sambungnya.
Bukan Juga Anak Anggota Propam
Budi juga menyebut bahwa MAF bukan anak seorang anggota Propam PMJ. MAF ternyata hanya mengaku-ngaku saja.
"Tidak benar bahwa saudara MAF, ataupun orang tuanya sebagai anggota Propam Polda Metro Jaya," kata dia.
Segera Minta Keterangan MAF
Budi mengatakan, pihaknya akan segera memintai keterangan MAF untuk mengklarifikasi maksud dan tujuannya membuat pengakuan macam itu.
"Saat ini petugas masih mendalami untuk meminta keterangan saudara MAF. Karena yang bersangkutan berada di Yogyakarta, kami akan mempertanyakan maksud dan tujuan menyampaikan pernyataan tersebut dari akun yang kami terima beredar di masyarakat," ucap Budi.
MAF Minta Maaf, Akui Berbohong Hindari Debt Collector
Terkait pernyataannya, MAF sudah minta maaf. "Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri," kata dia lewat video yang diterima, Minggu (23/11).
MAF mengaku, semua ucapannya hanya kebohongan belaka. Mulai dari anak anggota Propam Polda Metro dan mobil barang bukti yang dia pinjam.
"Tidak benar orang tua saya berdinas di Propam Polda Metro. Kemudian, kedua terkait kendaraan tersebut tidak benar juga BB (barang bukti) milik Polri," tuturnya.
Dia mengaku, semua kebohongan itu dilakukannya untuk menghindari debt collector yang mendatanginya.
"Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena saya mendapatkan tekanan dan intimidasi dari debt collector," ucap dia.
