Fakta-fakta 47 Nakes di Cilacap Positif COVID-19 Usai Rawat 14 ABK Corona India

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, bersandar dan menjalani karantina di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, bersandar dan menjalani karantina di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

Sebanyak 14 dari 20 Anak Buah Kapal (ABK) WN Filipina yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, positif terpapar corona varian B1617 asal India. Dari 14 orang yang positif itu, 1 meninggal dunia.

Hal ini tentu menjadi kewaspadaan baru bagi masyarakat Indonesia. Musababnya, banyak dari tenaga kesehatan yang memiliki kontak erat dengan ABK berimbas tertular virus corona, dan berpotensi memperluas penularan varian asal India di RI.

Lantas, bagaimana asal mula dan nasib para ABK serta nakes tersebut? Berikut hal-hal yang perlu kamu tahu terkait peristiwa ini:

Kapal Tiba di Cilacap dari India 25 April

Kapal berbendera Panama yang membawa 20 ABK WN Filipina itu bernama MV Hilma Bulker. Kapal membawa muatan gula rafinasi dari India bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada 25 April 2021.

Saat tiba di Cilacap pada tanggal 25 April 2021, pukul 16.00 WIB, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II-A Cilacap melakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan terhadap anak buah kapal tersebut dan mendapati mereka secara umum tampak sehat.

Namun hasil pemeriksaan antigen menunjukkan tiga dari 20 awak kapal itu tertular COVID-19 sehingga kemudian dilakukan prosedur pemeriksaan menggunakan metode reaksi rantai polymerase atau PCR di Rumah Sakit Pertamina Cilacap.

Hasil pemeriksaan PCR yang diterima pada 26 April 2021 pukul 17.14 WIB, menunjukkan bahwa tiga ABK tersebut positif tertular COVID-19.

Selanjutnya, petugas KKP Kelas II-A Cilacap pada tanggal 28 April 2021 melakukan pengambilan sampel genome dari tiga ABK terkonfirmasi positif tersebut untuk dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI.

Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

Pada 30 April hingga 4 Mei 2021 awak kapal berbendera asing tersebut dievakuasi ke RSUD Cilacap dan pemeriksaan PCR dilakukan secara bertahap pada mereka.

Hasilnya menunjukkan 13 awak kapal positif terserang COVID-19 sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Cilacap, salah seorang di antaranya butuh perhatian serius, yakni DRQ.

13 ABK WN Filipina dari India Positif COVID-19 saat Tiba di Pelabuhan Cilacap, 1 ABK Lagi Positif Belakangan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana menyebut ada 13 anak buah kapal (ABK) warga negara asing dari kapal kargo yang mengangkut gula rafinasi bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan positif COVID-19.

"Pada tanggal 30 April, dievakuasi ke RSUD Cilacap, dan dilakukan pemeriksaan PCR secara bertahap, dan ditemukan 13 terkonfirmasi positif," ungkap Pramesti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/5/2021).

Kemudian, kapal melakukan kegiatan bongkar muatan di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap, dengan pengawasan petugas KKP Kelas IIA Cilacap pada 1-4 Mei 2021.

Pramesti memastikan kapal kargo itu berbendera Filipina. Adapun 13 ABK yang positif tersebut juga merupakan WN Filipina. Saat itu, kata Pramesti, mereka sedang menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Cilacap.

"Kami bekerja sama dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) melakukan sterilisasi kapal dan juga memfasilitasi untuk terapi plasma konvesalen dan Stemcell bagi ABK positif bergejala berat," ujar Pramesti.

Sementara tujuh awak kapal lainnya dinyatakan tidak terinfeksi virus corona dan menjalani isolasi mandiri di dalam kapal.

Dalam perkembangannya, salah seorang dari tujuh awak kapal yang menjalani isolasi mandiri tersebut dinyatakan positif COVID-19, sehingga total ada 14 orang yang terkonfirmasi positif.

Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock

Sebanyak 47 tenaga kesehatan di RSUD Cilacap, Jawa Tengah terpapar COVID-19.

13 ABK WN Filipina yang positif corona berimbas pada nakes di RSUD Cilacap. Sebanyak 47 nakes yang memiliki kontak erat dengan para ABK tersebut dinyatakan positif corona.

"Semua yang terindikasi kontak kita lakukan testing ada 172 kontak. Ini ada tambahan 5 nakes (positif). Jadi total ada 47 nakes yang positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan, saat ini beberapa sampel nakes yang terpapar virus corona itu telah dikirimkan untuk pemeriksaan lebih jauh.

"Mereka semua kontak erat dengan 13 ABK itu. Sudah dikirimkan tinggal ditunggu saja hasilnya," jelas dia.

Menurutnya, para nakes telah bekerja sesuai dengan SOP. Namun, varian 1617.2 memang terbukti lebih cepat menular.

"Karena varian baru ini lebih cepat penyebarannya maka kita harus memperketat. Jadi teman-teman nakes sudah menggunakan APD dengan baik tapi tetap tertular. Virusnya terdeteksi seperti itu. Makanya semuanya hati-hati sekali," lanjut dia.

Yulianto menambahkan, 13 ABK berkewarganegaraan Filipina dipastikan mengidap varian baru corona asal India, B.1617.2. Sementara 32 nakes RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif, sedang dalam proses pemeriksaan WGS.

"Mereka semua sudah diisolasi. Untuk para nakes, sedang dilakukan pemeriksaan WGS dan ini sedang menunggu hasilnya. Mungkin dalam satu atau dua hari sudah keluar," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan tracing kontak terhadap keluarga nakes itu. Dan pelayanan rawat jalan di RSUD Cilacap untuk sementara ditutup.

"Untuk layanan rawat jalannya sementara ditutup sampai tanggal 26 Mei nanti. Kami lakukan sterilisasi tempat-tempat yang ada di sana," pungkasnya.

embed from external kumparan

Varian India Masuk Jateng, Ganjar Minta Seluruh Pemda Waspada

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemudian meminta seluruh bupati/wali kota mewaspadai munculnya varian baru corona itu. Ia meminta semua siaga, mengingat penyebarannya begitu cepat.

Hal itu disampaikan Ganjar saat melantik Bupati/Wakil Bupati Demak Estianah-Ali Maksun dan Bupati/Wakil Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (24/5). Apalagi, Ganjar tahu Estianah dan Kusdinar Untung Yuni Sukowati adalah dokter.

"Saya minta hati-hati, karena varian baru di Cilacap sudah muncul. Jangan sampai menyebar. Tidak hanya pada Bupati/Wakil Bupati Demak dan Sragen, tapi saya minta semua kepala daerah waspada," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan terus memantau para tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif corona. Semuanya telah diperiksa dan dilakukan tes WGS di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kita belum tahu hasilnya, mudah-mudahan tidak (tertular varian corona India). Tapi seandainya iya, maka ini bukti keganasan virus ini. Virus begitu cepatnya menyebar, dari sisi pasien dan nakes berhubungan, itu nakesnya bisa ketularan," terangnya.

Ganjar meminta potensi penularan corona jangan diremehkan. Ia juga meminta pemerintah pusat menutup pintu kedatangan WNA dari negara-negara dengan penularan varian baru corona.

"Maka saya kembali minta negara melakukan evaluasi. Hubungan bisnis dengan banyak negara yang punya varian baru, saran saya hentikan sementara," tegasnya.

Kalau tidak bisa, Ganjar meminta SOP kedatangan yang ada harus benar-benar diperketat. Dan jika hal itu tidak bisa juga, maka Indonesia akan menghadapi risiko yang berbahaya.

"Saya minta negara melakukan itu. Nanti saya rapat dengan pemerintah pusat, akan saya sampaikan terkait hal ini," tutur dia.

embed from external kumparan

1 ABK Positif Varian Corona India di Cilacap Meninggal, 13 Masih Dirawat

Tak lama setelah meminta warga waspada, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan satu anak buah kapal (ABK) WN Filipina yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap meninggal dunia. Satu ABK itu merupakan bagian dari 14 anak buah kapal yang terpapar varian corona India.

"Di Cilacap itu ada kapal berbendera Panama dari Filipina. Tapi dari India. Lalu, sakitlah orang batuk-batuk, 1-2 kita tes, positif. Kita masukkan di rumah sakit di Cilacap, yang satu parah dan akhirnya meninggal. Yang lain ketularan," ujar Ganjar dalam Syawalan UGM dan KAGAMA 1442 H secara virtual yang dilihat kumparan, Senin (24/5).

Lebih lanjut, Sekda Cilacap Farid Ma'aruf mengatakan ABK yang meninggal itu berinisial DRQ (50). Dia meninggal pada Selasa (11/5/2021) dini hari.

"Korban berinisial DRQ (50) yang merupakan warga negara Filipina dinyatakan meninggal dunia pada hari Selasa pukul 02.25 WIB. Setelah menjalani perawatan di RSUD Cilacap sejak tanggal 30 April 2021,โ€ ujar Farid seperti dilansir Antara.

Farid mengatakan sebelumnya memang ada 13 ABK yang positif varian corona India. Kemudian bertambah menjadi 14 orang. Total ada 20 ABK di kapal yang bernama MV Hilma Bulker itu.

Imbas Varian India di Jateng, Ganjar Minta Hentikan Bisnis Sementara

Ganjar pun lalu meminta pemerintah pusat untuk menghentikan hubungan bisnis terhadap negara yang memiliki kasus COVID-19 varian baru, utamanya terkait dengan varian corona India.

Mengingat, 13 ABK WN Filipina yang bersandar di Cilacap lalu terkonfirmasi varian India adalah awak kapal pengangkut gula dari India.

"Ingat varian baru di Cilacap sudah muncul dan menyebar. Kita sudah komunikasi dengan pusat, kita akan evaluasi. Maka saya minta untuk dilakukan evaluasi hubungan bisnis terhadap negara yang punya varian corona India. Saran saya hentikan sementara," ujar Ganjar di kantornya, Senin (24/5/2021).

Menurut Ganjar, pembatasan hubungan dengan negara lain penting dilakukan. Sebab, varian corona India ini dapat menyebar dengan cepat.

"Kalau tidak bisa dihentikan tolong SOP-nya diperketat kalau tidak bisa kita dalam risiko. Ini enggak main-main main tentang keganasannya," tegas dia.

Ganjar juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota se-Jateng mewaspadai munculnya varian baru COVID-19 itu. Ia meminta semua siaga, mengingat penyebarannya begitu cepat.

"Nah kita minta dilakukan pengetatan termasuk penyelenggaran event, apa pun eventnya. Maka tadi saya titipkan sekarang BOR kita siapkan dengan rasio yang bagus, maka yang kemarin tempat-tempat isolasi mulai ditutup sekarang dibuka lagi. Termasuk antisipasi isolasi mandiri," kata dia.

1 ABK Wafat Dikremasi di RI Atas Permintaan Keluarga

Sementara itu, sulit untuk memulangkan ABK WN Filipina berinisial DRQ (50) yang wafat di masa pandemi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan berdasarkan informasi dari agen di kapal tersebut, keluarga memutuskan meminta jasad DRQ untuk dikremasi.

Oleh karena itu, kata Pramesti, jenazah DRQ telah dikremasi di Krematorium Giri Laya, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pada hari Sabtu (15/5).

"Terkait dengan pemulangan abu jenazah DRQ ke negara asalnya, itu merupakan ranah Kedutaan Besar Filipina," ujar Pramesti, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (24/5).