Varian Corona India, Seberapa Bahaya dan Mengancam Efektivitas Vaksin?

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi positif terkena virus corona.
 Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock

Varian corona India, B1617, diumumkan telah masuk ke Indonesia pada 3 Mei 2021. Varian ini masuk dalam variant of concern, virus corona yang diwaspadai. Sebab, mutasi virus ini lebih bahaya dibandingkan dengan pendahulunya.

Pada 8 Mei 2021, Kemenkes telah melaporkan sebaran 10 kasus B1617 di Indonesia: 3 dari DKI Jakarta, 4 Sumsel, dan 3 dari Kalteng. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, virus itu diduga masuk dari Saudi Arabia, Afrika, India, dan Malaysia.

Secara global, virus ini telah menyebar ke 44 negara dan menjadi bencana di India. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia akibat mutasi virus tersebut.

Lalu seperti apa bahaya dari mutasi varian B1617 ini? Kita bisa melihatnya dari kasus di Inggris. Dikutip dari the Economist, varian ini terdeteksi di Inggris pada Februari 2021. Hingga awal Mei 2021, tak ada tanda-tanda naiknya varian ini.

Hanya saja, kasus corona dari mutasi B1617, B1617.2, naik 100 persen lebih dalam sepekan, yakni dari 520 menjadi 1.313 kasus. Atas temuan itu, Pemerintah Inggris mengumumkan mutasi tersebut masuk ke dalam variant of concern.

Level bahaya

The Economist menuliskan, definisi bahaya yang melekat terhadap semua varian corona hanyalah perihal debat dalam dunia ilmiah. Bahkan, jinak dan tidaknya mutasi virus tak bisa dipastikan dalam kurun waktu tertentu.

Sementara itu, pemetaan gejala akibat masing-masing varian corona juga sangat sulit. Untuk itu, rumah sakit di Inggris mulai paham, bahwa setiap varian baru sama bahayanya dengan varian lainnya. Kewaspadaan itulah yang mulai ditanamkan.

Penyebaran varian corona India

Mencari peta mutasi varian India sepertinya terlihat mudah. Ahli genetika dan epidemiologi juga telah melakukan pelacakan varian ini di sejumlah negara. Faktanya, memang varian baru lebih banyak menyebar dibandingkan dengan virus orisinal pada awal 2020.

Hanya saja, belum ada bukti yang cukup kuat apakah varian virus corona India lebih menyebar dibandingkan dengan yang lain. Meski begitu, di Inggris sendiri, varian Kent (B117) masih mendominasi hingga saat ini.

Lalu bagaimana dengan vaksin corona?

Kasus mutasi corona India di zona merah di Inggris, Bolton dan Blackbrun, cenderung stabil. Di dua wilayah itu, lansia telah diberikan vaksin corona dosis penuh. Sementara itu, anak mudanya belum.

Lalu, laporan Indian Council of Medical Research (yang belum direview), Covaxin bisa mencegah penularan B1617.

Akan tetapi, varian ini bisa mempengaruhi antibodi penerima vaksin Pfizer, studi di Jerman melaporkan. Kemudian, laporan lain di Inggris, empat dari 15 penerima vaksin AstraZeneca terkena B1617. Mereka dilarikan ke rumah sakit.

Hal yang sama juga terjadi di New Delhi, India, 33 staf home care yang telah divaksin terinfeksi varian corona India. Meski begitu, tak ada satu pun yang mengalami gejala berat.

embed from external kumparan