kumparan
10 Okt 2019 6:25 WIB

Fakta-fakta Batu Raksasa Timpa Rumah Warga di Purwakarta

Batu besar yang menimpa rumah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Ali Khumaini
Sebuah batu raksasa menggelinding dari atas Gunung Miun dan menimpa sejumlah rumah di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (8/10). Menurut Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian, batu itu diduga menggelinding akibat peledakan batu di tambang milik PT MSS.
ADVERTISEMENT
"Iya kejadian penanganan blasting (peledakan dengan dinamit) di tambang batu andesit, kemarin pukul 13.00 WIB, sehingga batu menggelinding," jelas Handreas saat dikonfirmasi, Rabu (9/10).
Berikut sejumlah fakta yang sudah diketahui terkait insiden tersebut:
Timpa 7 Rumah dan 1 Madrasah
Handreas menyebut, batu tersebut menggelinding dan menimpa 7 rumah dan satu bangunan madrasah. Namun, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
"Bangunan yang rusak 7 rumah dan 1 sekolah madrasah. Enggak ada korban jiwa," terangnya.
Wakil Bupati Purwakarta H. Aming (tengah) saat meninjau rumah warga yang rusak akibat runtuhan batu raksasa. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu, Wakil Bupati Purwakarta Aming menyebut pihaknya akan merelokasi warga yang ada di Desa Sukamulya. Relokasi itu dilakukan karena Aming melihat warga yang tinggal di Desa Sukamulya rentan terkena dampak reruntuhan bongkahan batu.
Apalagi, letak geografis Desa Sukamulya berada di lembah pegunungan Miun yang rawan longsor. Lokasi permukiman warga itu hanya sepelemparan batu pertambangan kapur dan andesit PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).
ADVERTISEMENT
Polres Purwakarta Bentuk Tim Investigasi
Polres Purwakarta membentuk tim investigasi untuk mencari dugaan pidana kelalaian PT MSS saat proses peledakan atau blasting menambang kapur di Gunung Miun. Proses itu diduga memicu menggelindingnya batu raksasa tersebut.
"Kita selidiki, apakah ada pelanggaran SOP dengan proses pertambangan ini. Atau ada unsur kelalaian lain. Kita akan selidiki," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Rabu (9/10).
"Dan jika ada pelanggaran, tentunya akan diproses secara hukum," imbuhnya.
Kondisi rumah warga yang rusak akibat tertimpa batu raksasa di Purwakarta. Foto: Dok. Polres Purwakarta
Untuk mengungkapkan hal itu, Matrius menyebut, pihaknya langsung menggelar olah TKP. Di lokasi tersebut, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari saksi.
"Kita sedang mengumpulkan bukti dan saksi, nanti kita ungkap semuanya," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Warga Dengar Ledakan Sebelum Batu Menggelinding
Sebelum batu tersebut menggelinding ke pemukiman, sejumlah warga Desa Sukamulya mengaku sempat mendengar ledakan. Namun, awalnya warga setempat tidak terlalu heran karena hal itu sudah cukup sering terdengar.
"Kalau suara ledakan sebenarnya itu sering didengar, karena kita tahu ada kegiatan pertambangan," kata Asep, salah seorang warga Desa Sukamulya, di Purwakarta, Rabu (9/10).
Anggota kepolisian dan TNI bersama warga melihat batu raksasa yang menimpa rumah warga di Purwakarta. Foto: Dok. Polres Purwakarta
Warga baru kaget setelah sebuah bongkahan batu raksasa menggelinding. Kejadian itu terjadi tak lama setelah suara ledakan terdengar.
Saat kejadian, kata Asep, warga setempat kaget dan berteriak histeris setelah melihat dari atas tebing menggelinding batu besar ke arah permukiman.
Bupati Purwakarta Desak Tambang dengan Peledak Dievaluasi
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mendesak Pemprov Jabar meninjau ulang pertambangan dengan bahan peledak. Menurut Anne, pihaknya juga sudah bersurat resmi dengan Pemprov Jabar.
ADVERTISEMENT
"Kami akan segera berkirim surat ke Pemprov Jabar agar mengevaluasi aktivitas perusahaan tambang yang menggunakan bahan peledak," kata Anne di Purwakarta, Rabu (9/10).
Anne juga mendesak agar Pemprov Jabar menutup PT MSS. Pasalnya, perusahaan itu dianggap sudah merugikan masyarakat dengan kelalaiannya di lokasi pertambangan.
Rumah warga hancur terdampak menggelindingnya batu raksasa di permukiman, di Purwakarta. Foto: Dok. Istimewa
PT MSS Akan Beri Kompensasi
Terkait insiden itu, PT MSS berjanji akan memberikan kompensasi kepada warga yang rumahnya terdampak. Perusahaan itu juga mengaku akan bertanggung jawab atas insiden menggelindingnya batu raksasa dari atas Gunung Miun.
"Harus, ini harus diselesaikan dan perusahaan pasti akan mengganti rugi atau memberikan kompensasi, tapi seperti apa dan waktunya, nanti kita akan berbicara dulu dengan warga dan atasan di perusahaan," kata Manajer Teknik PT MSS Bambang Yuda, saat berdialog dengan warga, Rabu (9/10).
ADVERTISEMENT
Bambang mengakui, insiden itu berawal dari aktivitas blasting perusahaannya. Menurutnya, proses peledakan sudah berjalan sesuai prosedur dan dilakukan jauh dari lokasi menggelindingnya batu.
"Proses peledakan tersebut sudah berjalan sesuai prosedur, cuma juga tidak menyangka, yang kita tembak itu jauh dari lokasi menggelindingnya batu, tapi ternyata bebatuan yang di lereng lainnya ikut runtuh dan akhirnya jatuh ke permukiman warga," ujar Bambang.
Anggota kepolisian dan TNI bersama warga melihat batu raksasa yang menimpa rumah warga di Purwakarta. Foto: Dok. Polres Purwakarta
Bambang menyebut, musim kemarau disebut sebagai salah satu penyebab runtuhnya bebatuan tersebut. Efek ledakan membuat komposisi dan struktur bebatuan yang ada di Gunung Miun terganggu. Akibatnya, berdampak sampai jatuh ke permukiman warga.
"Kalau musim kemarau kan tanah kering jadi bebatuan yang menempel di lereng tidak kuat lagi, sehingga pas ada ledakan terkena getarannya dan menggelinding. Padahal titik yang kita ledakkan jauh," jelas Bambang.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan