News
·
14 November 2019 5:41

Fakta-fakta Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fakta-fakta Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan (4080)
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR
Selasa (13/11) pukul 08.45 WIB, kompleks Markas Polrestabes Medan yang tenang menjadi riuh. Alarm sejumlah mobil yang terparkir di halaman meraung-raung.
ADVERTISEMENT
Personel polisi dan warga yang sedang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) berhamburan berupaya menyelamatkan diri. Keriuhan itu terjadi karena ledakan bom bunuh diri di dekat kantin dan loket SKCK Polrestabes Medan.
Pelaku bom bunuh diri diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution. Diketahui, pelaku tewas di lokasi.
"Terjadi bom bunuh diri yang dilakukan pelaku menggunakan atribut ojek online," kata Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Fakta-fakta Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan (4081)
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR
Berikut sejumlah fakta bom di Medan:
- 5 Personel Polrestabes Medan dan 1 Warga Terluka
Polisi mencatat bom di Medan mengakibatkan enam orang terluka. Mereka terdiri dari lima personel Polrestabes Medan dan seorang mahasiswa.
"Korban luka-luka dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
Mereka adalah Kompol Abdul Mutolip mengalami luka tangan kanan robek; Kompol Sarponi mengalami luka robek pantat sebelah kanan; Aipda Deni Hamdani mengalami luka-luka terkena serpihan; Bripka Juli Chandra mengalami luka di telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar. Kemudian Ricard Purba mengalami luka memar di wajah dan lengan; serta Ihsan Mulyadi Siregar (27) seorang mahasiswa yang mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.
Fakta-fakta Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan (4082)
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR
- Pelaku Ngaku Ingin Urus SKCK
Pelaku sempat diperiksa oleh petugas jaga sebelum melewati gerbang Polrestabes Medan. Kombes Tatan menjelaskan pelaku mengaku akan membuat SKCK saat diperiksa.
"Ditegur oleh anggota, mengaku mau buat SKCK," kata Tatan kepada wartawan.
Saat kejadian, memang tengah banyak warga yang datang ke Polrestabes Medan untuk membuat SKCK sebagai syarat pendaftaran CPNS. Namun, menurut Tatan, saat diperiksa pertama kali oleh petugas jaga tak ditemukan barang mencurigakan di badan pelaku.
ADVERTISEMENT
"Dibuka jaket, dibuka tasnya, tidak ada apa-apa hanya buku. Dilakukan penggeledahan tidak ada ditemukan (barang mencurigakan," ungkapnya.
Fakta-fakta Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan (4083)
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan. Foto: Dok. Istimewa.
- Pelaku Bom Bunuh Diri Masih Berusia 24 Tahun
Polisi melakukan pemeriksaan dengan berbagai cara untuk mengungkap identitas pelaku bom di Medan. Salah satunya dengan cara pencocokan data e-KTP. Dari situ diketahui identitas pelaku.
Informasi yang dihimpun kumparan, pelaku diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution. Rabbial merupakan pria kelahiran Medan. Usianya baru 24 tahun.
Dari data yang diperoleh. Rabbial merupakan warga Medan Petisah, Kota Medan.
- Diduga Pakai Bom Paku
Polri menyebut bom yang dibawa pelaku disembunyikan di bagian tubuhnya. Hal itu dikuatkan dengan hasil pemeriksaan anggota jaga yang tidak menemukan adanya bom dalam barang yang dibawa.
ADVERTISEMENT
"(Bom) di tubuh," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo sambil memegang bagian pinggangnya saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).
Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan jenis bom yang digunakan pelaku adalah bom paku. Indikasinya adalah banyak ditemukan serpihan paku di tempat kejadian perkara.
"Iya bom paku," ujar Mardiaz singkat usai TKP di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).
Dia juga mengatakan, selain paku, ada besi-besi penampang yang berserakan. Diduga besi itu adalah bagian dari bom yang digunakan Rabbial saat melancarkan aksinya.