Fakta-fakta Polisi & TNI Bentrok di Pertandingan Futsal di NTT
ยทwaktu baca 3 menit

Pertandingan futsal yang berlangsung di GOR Oepoi, Kupang, antara tim futsal Polda NTT dan tim futsal Soe, berujung rusuh. Dalam rekaman video amatir yang beredar, kerusuhan terjadi di tribun penonton saat pertandingan tengah berjalan, Rabu (19/4) malam.
Kedua suporter saling lempar. Tampak beberapa anggota Polisi Militer (POM) yang melakukan pengamanan melerai penonton.
Namun karena suasana sudah tidak terkendali, kericuhan pecah bahkan hingga meluas ke luar GOR. Aksi kejar mengejar terjadi di jalan raya.
Pos Polisi Kanaan di Jalan Jenderal Sudirman, Kuanino, pun diserang oleh orang tak dikenal dan dirusak. Satu unit mobil polisi dan motor dibakar perusuh.
Kerusuhan serupa juga terjadi di traffic light Polda NTT. Polisi mengeluarkan beberapa kali tembakan ke udara. Sejumlah peralatan penahan milik Satlantas turut dirusak perusuh.
Bentrok Polisi-TNI
Beredar kabar terkait kerusuhan itu melibakan polisi dan TNI. Informasi ini lalu diluruskan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Johni Asadoma.
Ia menjelaskan bentrokan yang terjadi karena salah paham antara prajurit TNI dan Polri di dalam GOR Oepoi sehingga terjadi bentrokan di antara abdi negara itu di lapangan.
"Ada anggota (polisi) yang apakah melompat atau terjatuh ke bawah, kemudian akan dilindungi atau akan diajak keluar dari area pertandingan oleh anggota Polisi Militer (POM). Ini kemudian terjadi kesalahpahaman dan bentrokan antara Polri dan POM di dalam GOR," kata Johni saat jumpa pers di Mapolda NTT, Kupang, Kamis (20/4).
"Kemudian mungkin gambar-gambar video pada saat di dalam GOR sudah menyebar keluar, mungkin teman-teman TNI yang lain, yang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya itu, kemudian datang dan terjadi kesalahpahaman tersebut," lanjutnya.
Konferensi pers dihadiri Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kasrem 161/Wirasakti, Kolonel Simon Petrus Kamlasi, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, perwakilan Lanud El Tari, serta perwakilan Lantamal VII.
Johni menegaskan, Polri dan TNI akan memproses kasus ini secara transparan. Semua yang hadir dalam jumpa pers berkomitmen untuk melakukan penindakan ke dalam terhadap personel yang terlibat.
"Jadi nanti hasil investigasi tersebut, diserahkan kepada masing-masing kesatuan, dan masing-masing kesatuan yang akan melakukan penindakan dan proses hukum terhadap anggotanya yang terlibat," ujarnya.
Serangan di Rumah Dinas Kapolda NTT
Kabar lain yang beredar menyebut rumah dinas Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma juga ikut diserang oleh orang tak dikenal (OTK). Namun, Johni mengatakan bahwa rumah dinasnya tidak ada kerusakan.
Malam itu saat kerusuhan terjadi, ada sekitar 20 pemotor yang berputar-putar di persimpangan di depan rumahnya.
"Kemudian kita lakukan pengusiran dan mereka langsung meninggalkan lokasi," ujar Johni saat jumpa pers di kantornya di Kupang, Kamis (20/4).
"Jadi tidak ada kerusakan di rumah Kapolda. Hanya ada yang gas-gas [mengegas motor] di depan rumah Kapolda," kata Johni.
