Fakta-fakta Polres Jeneponto Diserbu OTK: Pakai Bom Molotov; 1 Polisi Tertembak

28 April 2023 7:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polres Janeponto. Foto: Facebook/Polresjeneponto
zoom-in-whitePerbesar
Polres Janeponto. Foto: Facebook/Polresjeneponto
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan, diserang orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (27/4) dini hari, tepatnya pukul 01.45 WITA.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, mengatakan ada sejumlah fasilitas yang rusak.
"Benar, tadi pukul 01.00 dini hari Mapolres diserang OTK," kata Komang kepada kumparan, kemarin.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang menyerang Polres Jeneponto. Kondisi Mapolres sendiri tampak gelap. OTK itu juga berteriak dari luar Polres.
"Kita ditembak ditembak," teriak seorang anggota polisi dalam video tersebut.
Berikut fakta-fakta penyerangan Mapolres Jeneponto.
Ruang Bidpropam Polres Jeneponto rusak akibat diserang OTK pada Kamis (27/4/2023) dini hari. Foto: Dok. Istimewa

1 Polisi Ditembak, Kaca Masjid & Ruang Kerja Dirusak

Dalam peristiwa ini, satu anggota polisi tertembak. Selain itu, Bid Propam dan masjid di lingkungan Polres Jeneponto pun dirusak.
"Iya, OTK (Orang Tak Dikenal) melempari masjid dan ruang Bid Propam," kata Kombes Komang Suartan.
Komang menyebut ada sejumlah fasilitas lain yang turut dirusak namun ia belum menjelaskannya.
Seorang personel Polres Jeneponto yang tertembak dirawat di rumah sakit. Foto: Dok. Istimewa

Anggota Polres Jeneponto yang Tertembak Akan Jalani Operasi

Polisi yang tertembak bernama Bripka Mus Mulyadi itu kini dalam kondisi stabil.
ADVERTISEMENT
"Kondisinya stabil," kata Kombes Komang Suartana.
Komang menuturkan, Bripka Mus akan menjalani operasi pengangkatan proyektil.
"Akan dilakukan pengeluaran proyektil untuk operasi," ujarnya.
Ruang Bidpropam Polres Jeneponto rusak akibat diserang OTK pada Kamis (27/4/2023) dini hari. Foto: Dok. Istimewa

Pakai Bom Molotov dan Batu

Komang Suartana mengatakan masa OTK yang melakukan penyerangan diperkirakan 100 orang dengan menggunakan bom molotov dan batu.
"OTK (Orang Tak Dikenal) yang datang diperkirakan sekitar 100 orang dengan menggunakan batu dan bom molotov," katanya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso. Foto: STR/kumparan

Kapolda Sulsel Minta Koordinasi dengan TNI Diperkuat

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, turun tangan ke Polres Jeneponto, Kamis (27/4).
Menurut Kombes Komang Suartana, Kapolda motivasi dengan semangat kepada jajaran untuk tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Serta meningkatkan moril anggota agar bisa tetap berkoordinasi dengan rekan kita, TNI, dalam melaksanakan tugas," kata Komang, Kamis (27/4).
ADVERTISEMENT

Kapolda Sulsel Minta Jajaran Tidak Reaktif

Irjen Setyo meminta jajarannya supaya tidak reaktif atas peristiwa tersebut demi menjaga kondusivitas Jeneponto serta menjaga nama baik institusi Polri.
"Tetap berperilaku dan bersikap baik kepada siapa pun, bertindak profesional," kata Setyo.