Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Fakta-fakta Santri di Lamongan Diikat dan Dibanting hingga Pingsan
13 Mei 2024 8:49 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
Seorang santri di Lamongan dianiaya oleh tiga temannya. Korban yang merupakan laki-laki itu diikat lalu dibanting hingga mengeluarkan darah dari telinga.
ADVERTISEMENT
Korban berinisial AKA (13) asal Desa Guminingrejo, Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di pondok pesantren (ponpes) Matholiul Anwar Jalan Raya Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan pada Minggu (5/5) sekitar pukul 21.00 WIB.
Berikut fakta-faktanya.
Diikat Tali lalu Dibanting
Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP I Made Suryadinata, menjelaskan awalnya korban sedang bercengkrama dengan temannya di dalam kamar asrama putra ponpes Matholiul Anwar.
"Saat itu posisi korban pada saat ngobrol bersama temannya dengan posisi rebahan menyamping ke kiri," ujar Suryadinata, Sabtu (11/5).
Saat asik ngobrol, tiba-tiba tiga teman korban lainnya yang ada di dalam kamar asrama itu langsung mengikat kakinya dengan tali Pramuka. Kemudian, kedua tangan korban juga diikat dengan tali kain berwarna biru.
ADVERTISEMENT
"Korban diikat oleh tiga temannya," ucapnya.
Lalu, ketiga temannya itu secara bersamaan mengangkat korban hingga di bahu mereka. Setelah itu, tiga temannya membanting korban ke lantai.
"Akibat benturan keras di lantai itu, korban pingsan dan tidak sadarkan diri, hingga korban terbangun dan melihat ada darah yang keluar dari telinga sebelah kiri," terangnya.
Korban pun melaporkan peristiwa yang dialami ke orang tuanya. Merasa tak terima, orang tua korban melaporkan penganiayaan itu ke Polres Lamongan.
Ponpes Sebut Hanya Candaan
Pengurus Ponpes Matholi'ul Anwar, Abdulloh Faqih, mengatakan kejadian yang menimpa AKA terjadi bersamaan dengan kegiatan tahfidz (hafalan Alquran) di lantai 4.
"Ketiga santri dan juga korban yang bersangkutan sudah ditanyai. Jadi, kejadian tersebut bisa terjadi disebabkan lantaran guyonan (bercanda)," papar Faqih atau akrab disapa Gus Faqih, Minggu (12/5).
ADVERTISEMENT
Menurut Gus Faqih, korban bersama tiga temannya saat itu sudah menyelesaikan setoran hafalan. Mereka lalu bercanda di kamar tidur yang lokasinya berdekatan dengan kegiatan tahfiz.
"Dia diikat itu benar. Tapi, kalau dibanting sampai tak sadarkan diri itu tidak benar. Posisinya korban ini diangkat bertiga, lalu jatuh begitu saja," terang Faqih.
Faqih mengaku heran, narasi AKA dibanting itu berasa dari mana. Tetapi yang jelas, katanya, setelah kejadian itu korban didampingi pembina dibawa ke klinik.
"Korban pasca-kejadian sadar. Tapi terlihat lemas dan jalan ke lantai dasar terekam CCTV menemui salah satu pembina. Lalu dia dibawa ke Faskes 1 (klinik NU Kendal) di dekatnya pondok pesantren. Ada luka di telinga dan berdarah, dari pihak klinik mengatakan korban tidak apa-apa," jelas Faqih.
ADVERTISEMENT
Kronologi versi pengurus ponpes bisa baca di sini:
Belum Disanksi
Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi'ul Anwar belum berencana memberi sanksi terhadap 3 santri yang mengikat dan membanting rekannya berinisial AKA (13) hingga mengalami pendarahan di bagian telinga.
"Atas kejadian tersebut, kita telah menyampaikan peringatan tegas. Kepada pembina ataupun santri. Agar tidak bertindak mencelakakan santri lain," kata Faqih ketika ditemui, Minggu (12/5/24).
Faqih menjelaskan, kondisi para terlapor saat ini tentu dalam kondisi tertekan. Sehingga, ia masih enggan untuk memberikan sanksi kepada ke tiga nya.
"Kami belum kenakan sanksi. Kepada tiga santri terlapor, kami memperingatkan mereka, memberi teguran," jelasnya.
"Sebab, mereka ini masih anak anak. Dan dengan dilaporkan ke kantor polisi, itu sudah cukup berat untuk mengguncang kondisi psikisnya anak. Kami melihat ini dari sisi bijaksana, kami sebagai orang tuanya di pondok tentu akan berpandangan panjang," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Polisi Akan Periksa
Polisi hingga saat ini belum menangkap 3 santri yang mengikat dan membanting rekannya berinisial AKA (13) di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Lamongan. Rencananya ketiganya akan diperiksa pada Senin (13/5) besok.
"Rencana, besok kita lakukan pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Lamongan AKP I Made Suryadinata ketika dikonfirmasi, Minggu (12/5/24) sore.
Made menyebut, selain 3 santri terduga pelaku, pihaknya juga akan memanggil pengurus ponpes.
"Sudah kita lakukan pemanggilan terhadap pihak Ponpes, juga selaku saksi, dan terlapor. Sehubungan dengan hal ini semua terlapor masih berusia anak anak (di bawah umur)" tutup I Made.