Faldo Maldini Bela Jokowi soal Provinsi Padang: Bisa Dimaklumi

Presiden Joko Widodo selip lidah menyebut Provinsi Padang untuk Sumatera Barat, saat meninjau jalan Tol Trans Sumatera pada ruas Pekanbaru-Padang, Seksi Pekanbaru-Bangkinang, Kota Pekanbaru, Rabu (19/5).
'Provinsi Padang' pun trending di Twitter. Politikus muda kelahiran Padang, Faldo Maldini, ikut bersuara dan memaklumi salah ucap Presiden Jokowi sebagai hal wajar.
"Sebagai orang luar Sumbar, Pak Jokowi tentu lebih terbiasa menyebut 'Padang', ya bisa dimaklumi," tutur Faldo melalui Twitter, Rabu (19/5).
Ketua PSI Sumatera Barat itu mengatakan, bagi orang luar Sumbar, kata 'Padang' sangat kuat, mengacu ke daerah atau etnis. Tagline wisata Pemprov Sumbar saja Taste of Padang.
"Tapi, banyak yang senang ngeributin ginian, ya boleh-boleh saja. Saya pun sempat jadi orang yang meributkan itu ketika Pemprov Sumbar bikin tagline itu. Tapi, penjelasan ilmiah dari riset konsultan branding yang membantu Pemprov akhirnya saya bisa terima," bebernya.
Yang jelas, kata Faldo, kebijakan pembangunan tidak hanya untuk orang Kota Padang, tapi untuk seluruh Sumbar.
"Kami berharap yang menerima manfaat sebesar-besarnya adalah warga Sumbar, mulai dari pendukung pekerjaannya, sampai pemanfaatan infrastrukturnya," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi keselip lidah menyebut Provinsi Padang untuk Sumatera Barat.
"Dan produk-produk yang ada baik di Provinsi Riau dan di Provinsi Padang nantinya akan memiliki daya saing yang baik terutama dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” kata Jokowi saat peninjauan yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (19/5).
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, lalu menjelaskan yang dimaksud Jokowi adalah Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang.
"Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang," kata Heru kepada wartawan, Rabu (19/5).
"Itu saat ninjau tol tadi bahwa tol tersebut dari Pekanbaru akan terus menuju Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Maksudnya itu," imbuhnya.
